"Dipabrik kita ini tidak lebih 10 persen dari China. Itupun hanya untuk posisi-posisi manajemen yang tidak bisa kita pegangin khususnya ini sesuai kepentingan stakeholder. Lihat saja di pabrik kita di Cikande, pada floor produksi semuanya orang Indonesia dan banyak juga pekerja wanita disana," ucap Alexander Barus selaku CE-CEO Sokon saat berikan keterangan kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tidak mungkin kan mereka (Sokon pusat) sudah mengeluarkan investasi besar tapi dilepas semua ke kita. Jadi ada beberapa dari pihak pusat yang ke sini. Namun tidak banyak, kurang dari 10 persen kok dibandingkan oleh pekerja dalam negerinya," kata Barus.
"Ini kami training mereka (para pekerja dalam negeri) dari SMK untuk mengoperasikan semua hal di pabrik kita. Karena pabrik kita ini mendekati 4.0 dan robotik system. Sehingga kualitas konsistensi dan presisinya bisa kita pegang. Itulah ciri khas dari produk-produk dari pabrik seperti ini," lanjutnya.
Maka, Barus mengklaim meskipun produk DFSK Glory 580 dari China dan sebagian besar komponennya masih berasal dari negara asalnya, bisa dikatakan bahwa mobil-mobil yang dibuat di dalam negeri adalah buatan anak bangsa.
"Konten lokal di DFSK Glory 580 sekarang masih 20 sampai 30 persen. Nanti akan menaik terus mungkin sampai 40 persenan. Jadi bisa dikatakan, ini adalah mobil rakitan Indonesia," tutupnya. (ruk/lth)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!