Para pabrikan asal Eropa itu tidak asal menentukan harga jual mobilnya yang terkesan mahal itu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Berikut detikOto kutip dari situs Autotrader, faktor-faktor yang membuat harga mobil buatan Eropa itu mahal.
1. Nilai Tukar Mata Uang dan Upah Buruh
|
Jose Mourinho saat berada di pabrik Jaguar. Foto: Carscoops
|
Nilai tukar merupakan hal penting karena fluktuasi mata uang dapat mempengaruhi keuntungan bagi pembuat mobil asing. Sayangnya, tidak semua pabrikan mobil dapat menyesuaikan secara langsung harga mobil dengan kenaikan atau penurunan mata uang.
Hasilnya, mobil-mobil Eropa dibanderol dengan harga lebih tinggi daripada harga jual di negaranya karena telah memperhitungkan nilai fluktuasi mata uang di sebuah negara.
Selain itu, upah buruh di negara-negara Eropa juga tidak murah terutama di negara-negara seperti Inggris, Jerman dimana mobil-mobil canggih dibuat.
2. Kualitas Mobil
|
Mercedes-Benz. Foto: Grandyos Zafna
|
Komponen yang tersemat pada mobil-mobil Eropa pun terbuat dari material-material mahal. Tak heran mereka yang mengendarai mobil Eropa menilai rasa yang beda mulai dari suspensi hingga teknologi yang ada di dalamnya. Tentunya hal itu berpengaruh pula terhadap harga jual mobil.
Sebagai perbandingan, mobil-mobil buatan Asia dan Amerika lebih mempertimbangkan nilai suatu mobil mewah karena sulit menyaingi mobil mewah buatan Eropa dengan harganya yang selangit itu. Hasilnya meskipun dalam kategori mewah, mobil Eropa dan Amerika menggunakan komponen hingga material yang lebih murah membuat harga jualnya pun rendah.
3. Merek Mobil Itu Sendiri
|
Logo mobil BMW. Foto: Rachman Haryanto
|
Merek mobil Eropa memang memiliki reputasi yang kuat sehingga masuk akal kalau dijual dengan harga mahal. Nah kalau Otolovers lebih suka mobil Eropa, Amerika, atau Jepang dan Korea?












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!