Minggu, 27 Mei 2018 19:13 WIB

Mobil Listrik Bukan Cuma Sebatas Produksinya Saja

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Toyota Prius (Foto: Dadan Kuswaraharja) Toyota Prius (Foto: Dadan Kuswaraharja)
Jakarta - Industri otomotif telah memasuki era baru yakni hadirnya mobil emisi rendah seperti hybrid, plug-in hybrid, dan mobil listrik murni. Namun jika dipikirkan lagi, mobil listrik bukan sekedar cuma produksinya saja yang patut diperhitungkan.

Ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan ketika mobil emisi rendah tersebut sudah mendekati kehadirannya. Yang paling penting yakni rantai pemasok komponennya. Karena mobil tidak akan ada artinya jika rantai pemasoknya tidak lancar.

"Paling penting komponennya, supply chain-nya," ujar Director Administration, Corporate & External Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azzam kepada wartawan di Jakarta.

"Kalau (Toyota) supply chain ngikut gerbong, kalau gerbongnya ke arah sana kan supply chain-nya harus ikut. Sekarang masih menuju (untuk siap), kalau menuju kan belum siap, siap 2025," tambahnya.




Lalu yang juga tidak boleh dilupakan tenaga penjual atau salesman mobil emisi rendah itu sendiri. Karena kata Bob, menjual mobil konvensional dengan mobil listrik akan berbeda cara menjualnya. "Karena kan butuh persiapan, industrinya, otomotif kan gede banget, ada sekitar 1 juta pekerja lebih yang terlibat," katanya.

Yang terakhir lanjut Bob menjelaskan layanan purnajual juga harus dipersiapkan dengan matang. Diketahui bersama, banyak produsen yang bermasalah dengan kurangnya layanan purnajualnya, bahkan sampai membuat mereka hengkang dari pasar mobil Indonesia. "Mereka juga harus siap supaya benefit itu dinikmati oleh kita semua," lanjut Bob. (khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed