Jumat, 25 Mei 2018 13:30 WIB

Sedih Proton Dijual, Mahathir Mohamad Belum Berencana Beli Lagi

Dina Rayanti - detikOto
Mahathir Mohamad (Foto: REUTERS TV via REUTERS) Mahathir Mohamad (Foto: REUTERS TV via REUTERS)
Kuala Lumpur - Malaysia kini bisa dibilang tak lagi memiliki mobil nasional. Hal itu terjadi setelah Proton dijual ke perusahaan China, Geely pada saat era mantan Perdana Menteri Najib Razak memimpin. Namun perdana menteri yang baru dilantik Mahathir Mohamad tak berencana untuk membeli kembali Proton dari Geely.

"Proton tak lagi milik pemerintah. Saat ini milik Tan Sri Syed Mokhtar Albukhary. Jadi terserah dirinya mau membeli lagi atau tidak," kata Mahathir dikutip The Edge Market, Jumat (25/5/2018).



"Pemerintah tidak memiliki niatan untuk membeli kembali Proton," lanjut Mahathir.

Seperti diketahui, Proton merupakan hasil buah pikiran Mahathir. Dan itu merupakan sebuah langkah besar dalam 22 tahun karirnya sebagai perdana menteri keempat Malaysia.

Ia pun sempat sedih saat Proton mulai berpindah tangan ke Geely.

"Saya cengeng, saya menangis meski orang Malaysia jarang menangis. Anak saya hilang dan menyusul nanti negara saya. Maafkan saya," kata Mahathir mencurahkan perasaannya lewat blognya beberapa waktu silam.



Proton memang beberapa tahun terakhir tidak terlalu cemerlang dari sisi penjualannya terutama di negaranya sendiri. Padahal tahun 1993, Proton sempat mendominasi pangsa pasar penjualan mobil di Malaysia sebesar 74 persen tahun 1993.

Namun terus menurun hanya tinggal 15 persen saja terkait dengan isu kualitas mobil dan layanan purna jual yang buruk di tengah ketatnya kompetisi produsen mobil luar negeri.

(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed