Senin, 14 Mei 2018 15:46 WIB

Berapa Biaya Premi Asuransi Mobil Kalau Rusak Karena Aksi Teror?

Dina Rayanti - detikOto
Foto: CCTV ledakan bom di Polrestabes Surabaya (dok. istimewa) Foto: CCTV ledakan bom di Polrestabes Surabaya (dok. istimewa)
Jakarta - Tidak semua asuransi kendaraan mengganti klaim kerusakan pada mobil seseorang saat terjadi aksi terorisme. Artinya walaupun Otolovers telah mengasuransikan mobil tapi belum tentu saat rusak akibat suatu peristiwa pihak asuransi langsung menggantinya.

Agar seluruh kerusakan mobil akibat kejadian yang tak diinginkan seperti serangan bom diganti oleh asuransi, tidak ada salahnya Otolovers menambah perluasan
jaminan. Perluasan jaminan merupakan jenis jaminan di luar standar polis.

Dengan perluasan jaminan, hal-hal yang sebelumnya tidak dijamin oleh polis standar dapat dijamin sesuai dengan jenis dan ketentuan perluasan jaminan tersebut. Jenis perluasan jaminan beragam mulai dari banjir, angin topan, huru-hara, gempa bumi, terorisme, dan berbagai kejadian lain.



Tentunya, saat Otolovers memutuskan untuk perluasan jaminan dari asuransi, premi yang dibebankan lebih besar. Besaran perkiraan biaya premi itu bisa dihitung lewat Rate Calculator yang ada di aplikasi milik Garda Oto.

detikOto sendiri mencoba menghitung berapa premi asuransi yang harus dibayarkan itu. Mengambil contoh mobil Toyota Avanza 1.3 tipe G bertransmisi manual di wilayah Jakarta, jika Otolovers menambahkan perluasan jaminan lengkap yakni mulai dari perlindungan terhadap penumpang dan pengemudi jika mengalami cacat hingga mobil yang mengalami kerusakan.

Total premi yang harus dibayar Otolovers untuk Avanza 1.3 tipe G M/T itu sebesar Rp 4.361.400,01 dengan rincian sebagai berikut.

Basic Premium Rp 3.771.900, Admin Fee Rp 50.000, TPL Rp 50.000, perluasan jaminan kejadian huru-hara, kerusuhan, gempa bumi, tsunami, banjir, dan gunung meletus Rp 381 ribu, dan perluasan jaminan teroris serta sabotase Rp 63.500.

Marketing & Communication & PR Manager Garda Oto Laurentius Iwan Pranoto kepada detikOto, Senin (14/5/2018) mengatakan klaim asuransi tidak akan berlaku jika saat mobil sudah rusak, Otolovers baru menambah perluasan jaminan. "Mobil udah rusak baru minta perluasan jaminan, nggak cover," kata

Ada baiknya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, saat ingin menggunakan jasa asuransi semua pilihan proteksi terhadap mobil dan pengendara dimasukkan ke dalam polisnya.

"Kalau yang belum ada bisa ditambah perluasan sifatnya proteksi, manajemen risiko," tutur pria yang akrab disapaIwan itu.
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed