Jumat, 11 Mei 2018 16:14 WIB

Dikritik, Mahathir Bangga Malaysia Bisa Bikin Mobil Nasional

Dina Rayanti - detikOto
Proton. Foto: Dina Rayanti Proton. Foto: Dina Rayanti
Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia yang baru dilantik Mahathir Mohamad rupanya merupakan orang di balik merek mobil nasional Proton (Perusahaan Otomobil Nasional Berhad). Ia membesarkan Proton dari awal hingga akhirnya bisa berdiri seperti sekarang.

Namun seiring berjalannya waktu, Proton yang sempat menjadi primadona warga Malaysia kurang bisa menjaga kualitasnya dengan baik. Akibatnya merek mobil nasional Malaysia pertama itu mendapat banyak kritikan termasuk dari warganya sendiri karena mobil cepat mengalami kerusakan.



"Banyak kritik soal mobil kami, tapi mereka tidak tahu hanya ada berapa negara yang bisa memproduksi buatan negaranya sendiri," tutur Mahathir dikutip The Malaysian Insight.

Didirikan sejak tahun 1979, Proton masih belum runtuh. Hanya saja Mahathir sangat kecewa karena pada akhirnya pemerintah Malaysia harus menjual Proton ke perusahaan China, Geely, di era kepemimpinan Najib Razak.



Dengan begitu 49,9 persen saham Proton kini dimiliki Geely. Geely juga membeli 51 saham Proton yang dimiliki oleh Lotus Advance Technology Sdn Bhd. Mahathir bahkan sempat menyebut Proton tak lagi cocok menyandang gelar mobil nasional Malaysia.

"Proton pernah menjadi mobil nasional kami. Namun saat dijual ke negara lain, itu artinya bukan lagi mobil nasional," kata Mahathir beberapa waktu lalu. (dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed