Namun seiring berjalannya waktu, Proton yang sempat menjadi primadona warga Malaysia kurang bisa menjaga kualitasnya dengan baik. Akibatnya merek mobil nasional Malaysia pertama itu mendapat banyak kritikan termasuk dari warganya sendiri karena mobil cepat mengalami kerusakan.
Baca juga: Kembalinya Si Penggagas Mobil Proton |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didirikan sejak tahun 1979, Proton masih belum runtuh. Hanya saja Mahathir sangat kecewa karena pada akhirnya pemerintah Malaysia harus menjual Proton ke perusahaan China, Geely, di era kepemimpinan Najib Razak.
Dengan begitu 49,9 persen saham Proton kini dimiliki Geely. Geely juga membeli 51 saham Proton yang dimiliki oleh Lotus Advance Technology Sdn Bhd. Mahathir bahkan sempat menyebut Proton tak lagi cocok menyandang gelar mobil nasional Malaysia.
"Proton pernah menjadi mobil nasional kami. Namun saat dijual ke negara lain, itu artinya bukan lagi mobil nasional," kata Mahathir beberapa waktu lalu. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit