Jumat, 04 Mei 2018 08:18 WIB

Dolar Ngamuk, Tak Ganggu Pengiriman BMW

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) semakin menguat terhadap rupiah. Hal ini biasanya akan membuat produsen mobil kelimpungan. BMW Group Indonesia memastikan menguatnya dolar Amerika Serikat, tidak akan mempengaruhi BMW di Indonesia. Seperti yang disampaikan Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania kepada detikOto.

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah masih tinggi. Dolar terus mendekat ke level Rp 14.000 dan Kamis (3/5/2018) siang sempat berada di level Rp 13.970.

"Hingga saat ini belum ada pengaruh terhadap bisnis yang berkaitan dengan BMW di Indonesia. Sebagai perusahaan Jerman, nilai tukar Euro lebih berpengaruh terhadap bisnis BMW Indonesia," kata Jodie.

Jodie juga menambahkan menguatnya dolar terhadap rupiah, juga tidak mempengaruhi pengiriman BMW dari Jerman ke Indonesia atau mengganggu pengiriman BMW ke tangan konsumen.

"BMW Indonesia selalu berusaha memenuhi kebutuhan pelanggannya di Indonesia. Termasuk untuk menghadirkan kendaraan pilihan pelanggan dalam waktu lebih singkat," ujarnya.

"Untuk itu sebagian besar kendaraan BMW yang digemari pelanggan telah dirakit secara lokal di Indonesia - antara lain adalah BMW Seri 7, BMW Seri 5, BMW Seri 3, BMW X5, BMW X3, dan BMW X1. Hingga saat ini belum ada pengaruh dari nilai tukar dengan pengiriman kendaraan BMW," tambahnya. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed