Rabu, 04 Apr 2018 15:37 WIB

Esemka Buatan Sukiyat Beda dengan Punya Hendropriyono?

Dina Rayanti - detikOto
Mobil Esemka yang dipakai Wakil Walikota Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto) Mobil Esemka yang dipakai Wakil Walikota Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto)
Jakarta - Barangkali kalau mendengar Sukiyat, belum banyak Otolovers yang mengenalnya. Berbeda dengan saat kita mendengar nama Esemka yang lebih akrab di telinga. Padahal Sukiyat adalah orang yang pertama kali menggagas mobil Esemka bersama dengan siswa-siswa SMK di Klaten.

Sukiyat yang mengaku ingin menjadi Henry Ford-nya Indonesia ini pertama kali menggagas soal Esemka pada tahun 2007. Awalnya nama Esemka belum terdengar hingga seluruh pelosok Indonesia. Nama Esemka mencuat setelah mobil tersebut digunakan sebagai kendaraan dinas Presiden Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai Walikota Solo.



Nama Esemka kembali terdengar saat Desember 2017 mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono menyebut ia ditugaskan oleh Jokowi untuk memproduksi mobil itu secara massal. Ia juga mengatakan mobil akan diberi nama Esemka dan bakal dirilis pertengahan tahun.

"Tahun depan, paling lambat pertengahan tahun sudah diresmikan. Mereknya Esemka, sama dengan inisiatif Presiden Jokowi dulu waktu masih jadi Wali Kota Solo," kata Hendropriyono waktu itu.



Sukiyat sendiri mengaku belum mendengar dan tidak tahu mengenai mobil Esemka milik Hendropriyono ini.

"Kendaraan Esemka pertama kali ya yang bikin saya, dipakai di Solo, ya Esemka ya cuma itu. Kalau Pak Hendropriyono mau buat saya nggak tahu. Esemka punya saya itu yang dikerjakan sama anak-anak SMK seluruh Indonesia," jelas Sukiyat saat dikonfirmasi detikOto.

Mobil Esemka yang akan diproduksi Hendropriyono ini pada tahap awal akan memproduksi lebih dari 1.000 unit sesuai dari pesanan yang diterima. Seluruh tahapan produksi dilakukan di dalam negeri mulai dari mesin, interior, hingga eksterior, tanpa keterlibatan pemerintah maupun perusahaan asing.

"Modal sendiri, kerja sendiri, mesinnya bikinan sendiri, apalagi karoseri. Tidak ada fasilitas dari negara," jelasnya.

Mobnas yang diproduksi itu berkapasitas mesin di atas 1.000 cc. Namun Hendropriyono belum bersedia menjelaskan lebih detil spesifikasi lainnya dari mobnas tersebut.

Dia menambahkan sempat diminta Jokowi untuk mengembangkan mobil listrik. Namun tahap awal ini, pihaknya masih memproduksi mesin berbahan bakar minyak.

Sebagai informasi tambahan pada 2015 lalu, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono melalui bendera PT Adiperkasa Citra Lestari melakukan penandatangan nota kesepahaman kerja sama dengan perusahaan otomotif Malaysia Proton Holdings Berhard. Proton Malaysia akan membantu perusahaan milik Hendropriyono untuk memproduksi mobil di Indonesia.

Nota kesepahaman kerja sama kedua perusahaan tersebut ditandatangani oleh Chief Executive Officer Proton Holdings Bhd Datuk Abdul Harith Abdullah dan CEO Adiperkasa Citra Lestari AM Hendropriyono di Proton Centre of Exellence, Shah Alam, Malaysia, Jumat (6/2/2015).

Turut menyaksikan penandatangan antara lain Presiden Jokowi, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak, Pemimpin Proton Tun Dr Mahathir Mohamad, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno.

Menyusul kepergian Presiden Jokowi ke Malaysia menyaksikan perjanjian kerja sama PT Adiperkasa Citra Lestari dan Proton, banyak yang beranggapan proyek itu akan menjadi mobil nasional. Namun Jokowi menegaskan untuk urusan mobil nasional yang dikembangkan adalah Esemka. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed