Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 04 April 2018, 11:54 WIB

Mobil Desa Lebih Realistis daripada Buat Esemka

Dina Rayanti - detikOto
Mobil Desa Lebih Realistis daripada Buat Esemka Mobil pedesaan dipamerkan di Kementerian Perindustrian. Mobil desa akan lahir akhir tahun ini. Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Nama Esemka pastinya tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ide soal membuat mobil yang diklaim 100 persen buatan anak bangsa itu sudah muncul sejak tahun 2007. Sang penggagas Esemka, Sukiyat awalnya hanya memodifikasi Toyota Crown menjadi mirip Land Cruiser.

Tak sendiri, pria asal Klaten itu dibantu oleh siswa SMK Negeri 1 Trucuk, Klaten jurusan otomotif untuk mengerjakannya. Sukiyat juga mengambil kesempatan itu untuk mengajarkan anak-anak SMK untuk bisa membuat mobil Esemka.

Kemudian nama Esemka semakin booming lagi ketika tahun 2012 mobil SUV itu digunakan Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Walikota Solo.



Namun dalam pengembangannya Sukiyat mengaku mengalami banyak kendala. Esemka bahkan sempat dua kali tidak lolos uji emisi padahal mobil itu rencananya akan diproduksi massal dan bakal digunakan sebagai kendaraan dinas para pejabat.

Banyak juga masyarakat Indonesia yang penasaran akan mobil ini karena kalau memang diproduksi massal Esemka bakal menjadi mobil buatan anak bangsa yang pertama.

Tapi sayang, sudah 11 tahun berlalu nasib Esemka masih belum jelas. Bahkan Esemka sering dicap miring sebagai mobil kampanye dan tidak akan terwujud jadi nyata.



Asa Sukiyat untuk membuat mobil tidak putus nih Otolovers. Ia saat ini beralih untuk membuat mobil desa dengan mesin kecil dan diperuntukkan untuk orang-orang di pedesaan. Sukiyat beranggapan membuat mobil desa lebih realistis daripada Esemka.

Mobil desa buatan Sukiyat bersama dengan dua anak perusahaan Astra Otoparts bisa dibilang tidak memiliki rival. Tak ada produsen mobil Jepang yang membuat mobil desa untuk para petani di desa maupun kebun.



"Merek-merek Jepang kan belum ada yang buat mobil desa dengan mesin diesel 550cc. Kalau Esemka lawannya ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) nggak kuat saya," jelas Sukiyat saat dihubungi detikOto.

Mobil ini kata Sukiyat juga merupakan wujud nyata mimpi Sukiyat untuk membuat mobil anak bangsa dan juga bakal bermanfaat untuk masyarakat di pedesaan.

Berbicara soal Esemka tak bisa dipungkiri SUV itu punya rival yang cukup berat. Sebut saja merek-merek mobil Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Honda, dan beberapa merek lain yang sudah ada di Indonesia berpuluh-puluh tahun. Sukiyat harus membuktikan bahwa Esemka buatannya tidak kalah tangguh dengan mobil-mobil itu.



Belum lagi keinginan orang Indonesia untuk memakai produk buatan dalam negeri daripada mobil-mobil yang sudah ada saat ini.

Esemka kabarnya akan mengaspal pada pertengahan tahun 2018. Mobil itu rencananya bakalan dibuat oleh perusahaan milik Hendropriyono, berbeda dengan perusahaan milik Sukiyat.

Nah kalau Otolovers sendiri, jika nanti Esemka benar diproduksi maukah beralih menggunakan mobil buatan dalam negeri sendiri?


(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed