Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 30 Maret 2018, 15:25 WIB

Inden 4 Bulan, Ini Cara Toyota Jaga Konsumen Rush Tidak Kabur

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Inden 4 Bulan, Ini Cara Toyota Jaga Konsumen Rush Tidak Kabur Petinggi Toyota saat peluncuran Toyota Rush terbaru Foto: Toyota
Jakarta - Penjualan Toyota Rush terbaru cukup apik. Sejak mulai dipasarkan awal tahun ini, permintaan terhadap mobil medium SUV itu sampai akhir bulan Februari telah mencapai lebih dari 20.000 unit. Namun dengan pemesanan yang membludak itu masalah yang timbul adalah inden yang cukup lama.

Inden yang lama biasanya membuat konsumen gelisah dan akhirnya membatalkan pembelian meski sudah menyetor uang muka.

Marketing Director Astrido Toyota, Tony H Supatra, mengatakan dari pihak diler untuk mengatasi konsumen yang tidak sabar menunggu inden Toyota Rush terbaru dengan cara membuat berbagai aktivitas menarik untuk konsumen.



"Pendekatan pada customer saya rasa itulah yang bisa kami lakukan. Saya belum bisa kasih tahu anda persisnya seperti apa tapi kami pasti akan lakukan activity untuk hal itu," ujarnya di Jakarta.

Dengan begitu, diharapkan ketidak sabaran konsumen menunggu inden Toyota Rush terbaru dapat diredam, dan tetap sabar menunggunya.

"Sehingga customer nggak kemana-mana, menghibur customer lah gitu, daripada dia nunggu kelamaan," kata Tony.



Di diler-diler Astrido sendiri lanjut Tony mengatakan, inden Toyota Rush terbaru itu butuh waktu hingga empat bulan. "Inden tiga sampai empat bulan, SPK Januari sampai Maret di sini sudah 2.000 unit," lanjutnya.

Sebelumnya Wakil Presiden PT Toyota Astra Motor Henry Tanoto mengaku cukup terkejut dengan animo masyarakat yang besar pada Rush.

"Fokus kami saat ini ialah menghadirkan total ownership experience kepada para pengguna Toyota, salah satunya dengan menjaga pelayanan dan ketersediaan produk. Untuk Rush, kami berusaha agar medium SUV Toyota yang ini dapat cepat ter-delivery kepada customer sehingga mereka tidak perlu menunggu lama. Ini yang menjadikan kami harus menjaga alokasi yang cukup besar kepada Rush setidaknya untuk beberapa waktu kedepan, namun tetap menjaga agar tidak mengganggu pelayanan terhadap produk Toyota lainnya," kata Henry Tanoto.

Dibandingkan periode yang sama pada 2017, angka whole sales New Rush dalam dua bulan pertama tahun ini mengalami peningkatan lebih dari 113% atau naik dua kali lipat.

[Gambas:Video 20detik]



Lebih jauh Henry juga menjelaskan bahwa dari hasil survey sementara di pasar, bahwa pelanggan yang masih menunggu tertarik kepada Rush dikarenakan faktor kelengkapan fitur, harga yang baik dan layanan Toyota menjadi faktor yang memutuskan mereka memilih Rush.

"Hal hal yang kami improve di Toyota Rush, seperti fitur keselamatan, desain, dibalut dengan posisi harga yang baik ternyata berhasil memenuhi kebutuhan pelanggan, untuk itu sekarang kami harus fokus memenuhi permintaan tersebut," ujarnya.

Dari data Toyota, sejak resmi dipasarkan pada awal 2018, penjualan New Rush di pasar wholesale (WS) sudah mencapai 6.991 unit, yang berasal dari penjualan Januari 3.416 unit dan naik menjadi 3.575 unit pada Februari lalu.

[Gambas:Video 20detik]



Total penjualan Januari-Februari 2018 sudah mencapai 6.991 unit dibandingkan Januari-Februari 2017 tercatat 3.656 unit. Saat ini Toyota Rush menjadi pemimpin pasar di kelas MPV Medium, dengan pangsa pasar sebesar 39%.

"Kami berharap, respons positif yang begitu besar terhadap kehadiran New Rush tidak sebatas memperkuat kinerja penjualan TAM, tapi juga dapat memperbesar ceruk pasar medium SUV di pasar otomotif nasional dan sekaligus memperkuat industri otomotif nasional karena penggunaan komponen lokal mobil ini semakin besar," ucap Henry.

Infografis Toyota RushInfografis Toyota Rush Foto: Mindra Purnomo



(khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed