Jumat, 23 Mar 2018 07:40 WIB

Kapan Pimpinan RI Bisa Pakai Mobil Buatan Negeri Sendiri?

Dina Rayanti - detikOto
Mobil Presiden Jokowi (Foto: Rengga Sancaya) Mobil Presiden Jokowi (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Tidak semua pemimpin menggunakan mobil buatan negaranya sendiri sebagai mobil operasional. Banyak juga justru memilih mobil buatan negara lain karena dianggap sudah terbukti keamanan dan ketangguhan untuk seorang pemimpin negara.

Indonesia termasuk di dalamnya. Sejak era presiden pertama hingga saat ini belum ada satupun yang menggunakan mobil buatan dalam negeri sebagai mobil operasional.

Mobil merek Mercedes-Benz selalu menjadi pilihan para presiden Indonesia sebagai mobil operasionalnya. Saat era Presiden Sukarno ada beberapa mobil yang digunakan sebagai kendaraan dinas seperti Cadillac 75, GAZ 13, Zil 111, Lincoln Cosmopolitan, Chrysler Imperial, dan Mercedes-Benz 600.

Merek Jerman Mercedes-Benz masih menjadi pilihan ketika Presiden Indonesia dipimpin oleh Soeharto namun model berbeda dengan yang digunakan Sukarno. Soeharto memilih Mercedes-Benz W116 sebelum menggantinya dengan Mercedes-Benz W126 Eagle 500SEL. Mercedes-Benz masih menjadi pilihan utama kendaraan dinas presiden RI hingga era Presiden Joko Widodo yang kini menumpangi Mercedes-Benz S600 Guard. Mobil Jerman itu dianggap memiliki fitur keselamatan nomor wahid yang bisa melindungi sang pemimpin negara.

Sebenarnya ada beberapa merek mobil yang sempat muncul dan digadang-gadang bisa menjadi mobil kepresidenan. Merek tersebut adalah Esemka. Bahkan sempat terdengar mobil Esemka bakal digunakan sebagai kendaraan dinas presiden Jokowi beserta dengan jajaran pemerintahannya.



Esemka sejak tahun 2014 terus diuji dan dievaluasi agar mobil bisa bersaing dengan merek-merek luar yang sudah lama menyesaki jalanan di Indonesia. Esemka bahkan sempat masuk jalur produksi walaupun jumlahnya tidak besar hanya sekitar 50 unit saja karena keterbatasan dana.

Empat tahun berlalu, mobil Esemka tampaknya masih sekadar angan-angan saja karena belum juga ada wujud nyatanya. Namun kabarnya pemerintah bakalan lagi menghidupkan asa mobil nasional Esemka itu. Kabarnya Esemka bakalan dikembangkan lagi oleh perusahaan milik mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono dan siap dirilis pertengahan tahun 2018.

"Tahun depan (2018), paling lambat pertengahan tahun sudah diresmikan. Mereknya Esemka, sama dengan inisiatif Presiden Jokowi dulu waktu masih jadi Wali Kota Solo," kata Hendropriyono beberapa waktu silam.

Ia juga mengklaim mobil bakal dikerjakan keseluruhannya di dalam negeri tanpa campur tangan pemerintah asing. Nah kalau menurut Otolovers, bisakah nantinya Esemka bukan hanya menjadi mobil massal tapi juga menjadi mobil dinas presiden? (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed