Manajer Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyebutkan sepanjang tahun 2017 pihaknya tidak melihat ada penurunan penjualan mobil bekas LCGC. Hal itu karena kontribusi Honda Brio yang stagnan khususnya untuk lansiran tahun 2015 dan 2016.
"LCGC, karena itu mobil murah, jadi mobil bekasnya tergolong unik. Seperti Honda Brio, itu cepat lakunya. Rp 120 juta saja sudah laku itu, padahal barunya (generasi terbaru) Rp 135 - Rp 150 jutaan kan? Ada diskon pula Rp 20 juta," paparnya di Jakarta.
"Tapi tetap saja, mobil bekasnya laku. Taruh Rp 110 juta - Rp 120 juta tahun 2015 atau 2016, tetap cepat lakunya itu (Honda Brio). Jadi tidak ada penurunan, karena dia akan mutar di sana," tambah Herjanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau seperti Ayla atau Agya, itu sekitar Rp 80 sampai Rp 90 jutaan juga. Tapi tidak terlalu besar secara volume dibanding Honda Brio. Jadi tidak terlalu signifikan pergerakannya (dibandingkan tahun lalu)," tutup Herjanto. (ruk/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!