RI Mungkin Bisa Ikuti Inggris dalam Kurangi Kemacetan

RI Mungkin Bisa Ikuti Inggris dalam Kurangi Kemacetan

Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 28 Feb 2018 15:55 WIB
RI Mungkin Bisa Ikuti Inggris dalam Kurangi Kemacetan
RI Mungkin Bisa Ikuti Inggris dalam Kurangi Kemacetan Foto: dok detikcom
Jakarta - Kemacetan mungkin menjadi salah satu masalah di berbagai kota besar baik itu negara berkembang ataupun maju. Kemacetan itu tak bisa terhindarkan seiring dengan pertumbuhan laju kendaraan yang tidak disertai dengan pertumbuhan jalan. Ada juga yang disebabkan oleh transportasi umum yang kurang memadai.

Seperti di Jakarta misalnya yang kadar kemacetannya kian hari kian bertambah saja. Bahkan dalam sebuah survei, peringkat Jakarta sebagai salah satu kota termacet di dunia naik dari sebelumnya 19 menjadi 12. Berbagai upaya pun sudah dilakukan namun sepertinya belum berhasil.

Melansir News Talk, Rabu (28/2/2018), ada beberapa negara yang berhasil mengatasi kemacetan. Mungkin Jakarta bisa meniru cara-cara ini untuk mengurangi kemacetan dan membuat jalanan lebih lancar.

1. Saling Berbagi Kendaraan

Saling Berbagi Kendaraan Foto: dok detikcom
Saling berbagi disini maksudnya adalah ride sharing. Artinya ketika hendak bepergian bersama teman atau keluarga, Otolovers hanya mengendarai satu mobil saja. Tak perlu masing-masing teman mengendarai mobil pribadinya. Cara ini juga dianggap efektif untuk mengurangi jumlah mobil di jalan.

Bukan cuma itu, Otolovers juga bisa menghemat pengeluaran jika pergi bersama-sama.

2. Mengenakan Tarif Saat Masuk ke Jalan Macet

Mengenakan Tarif Saat Masuk ke Jalan Macet Foto: Grandyos Zafna
Beberapa negara di Eropa seperti Inggris dan Swedia sudah memberlakukan ini. Para pengendara yang ingin memasuki kota besar akan dikenakan tarfi tertentu. Dengan pengenaan tarif itu diharap bisa membuat orang enggan membawa mobil pribadinya. Di London, si pengendara harus membayar sekitar 11,5 Poundsterling ataui setara Rp 220 ribuan saat akan melintas di pusat kota antara jam 7 pagi dan 6 sore.

Pengenaan tarif tersebut bukan hanya dapat mengurangi kemacetan saja namun juga mengurangi polusi udara di sekitar kota.

3. Penggunaan Sistem Canggih di Kota

Penggunaan Sistem Canggih di Kota Foto: Hasan Al Habshy
Mengatur tata kota bisa menggunakan sistem yang lebih canggih. Itu dilakukan agar kota bisa dimonitor lebih mudah lagi. Sistem juga bisa menganalisa soal apa penyebab kemacetan di kota tertentu. Kalau di Inggris sistem tersebut adalah 'Smart Motorways'. Sistem bisa digunakan saat macet panjang, ada kecelakaan, dan mengetahui berapa batas kecepatan mobil.

Dengan begitu ahli tata kota dapat memutuskan solusi apa yang bisa diterapkan di sebuah kota itu.

Halaman 2 dari 4
(dry/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads