Senin, 26 Feb 2018 18:43 WIB

Mobil Listrik akan Ubah Standar Kendaraan

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Colokan mobil listrik (Foto: Grandyos Zafna) Colokan mobil listrik (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Kehadiran mobil listrik di Indonesia akan mengubah beberapa aturan laik jalan sebuah kendaraan. Standar ketentuan yang harus diubah karena mobil listrik menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto antara lain adalah tempat penyimpanan ban serep serta penempatan setir mobil.

"Dengan melihat adanya electric vehicle (EV), standar-standar akan berubah, sebagai contoh yang sederhana, EV itu menggunakan bodi bawah sebagai tempat baterai dan EV tidak menggunakan ban serep," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Karena, sebagai mana yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada Pasal 57 (3) menyatakan, ban cadangan adalah salah satu perlengkapan wajib mobil. Berdasarkan Kepentingannya sejajar dengan perangkat sabuk keselamatan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada Kecelakaan Lalu Lintas.

Lebih lanjut pada pasal 278 dijelaskan, setiap orang yang mengemudikan mobil tanpa dilengkapi salah satu perlengkapan tersebut termasuk tindakan pidana. Hukumannya kurungan paling lama satu bulan atau didenda paling banyak Rp 250.000.

"Kalau lihat aturan yang sekarang, Korlantas (Korps Lalu Lintas Kepolisian RI) , kalau tidak pakai ban pengganti ditangkap (didenda), jadi ini harus diregulasi," tutur Airlangga.

Lalu untuk masalah setir mobil lanjut Airlangga mengatakan ke depannya saat mobil listrik sudah hadir lalu disusul dengan teknologi otonom, pengemudi tidak perlu lagi fokus pada setir mobil.

Sedangkan untuk saat ini sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 283 UU Lalu Lintas, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000

"Dan generasi baru dari autonomous vehicle nggak mengenal setir kiri dan kanan lagi, kalau sekarang tangan nggak di setir ditangkap polisi, kalau autonomous tangannya enggak disetir," lanjutnya.

"Jadi itu contoh bagaimana akan mengubah dan bagaimana kita regulasi ini akan meningkatkan dan tentunya dengan perkembangan-perkembangan yang ada, kita harus melihat ini juga suatu kesempatan untuk memperbaiki diri," pungkas Airlangga.

Tahapan menuju kendaraan listrik

Selain harus mengubah beberapa aturan, mobil listrik juga butuh penerapan yang lama. Menurut Airlangga, ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum mobil listrik hadir.

"Tahapan yang telah kami lakukan adalah pengembangan Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), kemudian dilanjutkan dengan kendaraan hybrid, hingga kendaraan listrik," ujarnya.

Selain dari sisi kendaraannya, Airlangga juga mengatakan tahapan menuju pengembangan mobil listrik ataupun LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) dapat dilakukan dengan beberapa strategi, yakni memberikan insentif kepada kendaraan emisi karbon rendah, serta melakukan kajian, dan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik. "Untuk mendorong percepatan program kendaraan emisi rendah tersebut," ucap Airlangga.

Selanjutnya, melakukan proyek perdana untuk daerah, jenis kendaraan, ataupun jenis kendaraan untuk keperluan tertentu seperti menggunakan kendaraan listrik untuk ekspedisi, transportasi umum dengan rute tertentu.

Menurutnya, tahapan pengembangan teknologi menuju kendaraan sepenuhnya listrik cukup krusial, mengingat perlu waktu bagi pemerintah ataupun instansi terkait untuk menyiapkan regulasi, infrastruktur pendukung, dan teknologinya.

"Perlu mendorong pembangunan infrastruktur kendaraan listrik seperti charging station, mendorong kemampuan industri komponen kendaraan listrik melalui R&D dan standarisasi, serta terus menyempurnakan bisnis model kendaraan listrik," papar Airlangga.

"Target pengembangan kendaraan listrik sudah menjadi bagian dari roadmap pengembangan kendaraan bermotor nasional," pungkasnya.

(khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed