Senin, 26 Feb 2018 17:34 WIB

Mobil Plug In Hybrid Dinilai Paling Cocok untuk Indonesia

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Menperin menjajal mobil Outlander PHEV dengan CEO Mitsubishi Osamu Masuko (Foto: Mitsubishi) Menperin menjajal mobil Outlander PHEV dengan CEO Mitsubishi Osamu Masuko (Foto: Mitsubishi)
Jakarta - Kendaraan beremisi rendah ada macam-macam, mulai dari mobil listrik, hybrid, plug in hybrid, hidrogen. Di antara berbagai jenis mobil emisi rendah itu, jenis plug-in hybrid dirasa paling cocok untuk Indonesia saat ini.

Mobil plug in hybrid adalah mobil hybrid yang baterainya bisa dicas dengan colokan listrik. Tidak seperti hybrid biasa yang hanya menggunakan mesin bensin dan motor listrik.

Faktor yang menjadikan plug-in hybrid paling cocok di Indonesia saat ini kata Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, karena belum adanya ketersediaan infrastruktur.

"Terkait dengan yang diperkenalkan ini yang disebut plug in hybrid ini merupakan solusi antara pada saat infrastruktur listrik belum tersedia, tetapi ini (plug-in hybrid) masih menggunakan fuel sehingga sedangkan penggerak semua dari electric motor," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (26/2/2018).

"Jadi ini solusi yang sangat tepat untuk periode antara. Dan di sini yang disampaikan ada dua jenis kendaraan satu yang plug in hybrid satu lagi yang electric vehicle," tambahnya.

Konsepnya yang menggabungkan penggerak listrik dengan penggerak konvensional, menjadikan mobil plug-in hybrid lebih praktis dan tidak perlu lagi menunggu infrastruktur yang belum juga tersedia.

"Karena ini merupakan kombinasi antara electric vehicle dengan combustion engine, tapi motor bakar di sini, tidak untuk menggerakkan kendaraan tapi mengolahnya untuk mengaliri listrik, jadi penggeraknya mobil ini murni seluruhnya dari listrik," tutur Airlangga.

Selain itu, mobil plug-in hybrid ini juga punya kelebihan lainnya, yakni dapat digunakan untuk mengalirkan listrik ke rumah orang lain.

"Kekhususan lagi bahwa kendaraan ini bisa digunakan penanganan bencana, karena dari mobil ini bisa menghasilkan listrik ke rumah tangga," papar Airlangga.

"Jadi ketika bencana, motor listrik jalan, dan ini bisa menjadi genset, dan ini pada waktu di Fukusima (Jepang) kemarin banyak digunakan untuk tanggap bencana," pungkasnya.

(khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed