Senin, 19 Feb 2018 16:52 WIB

5 Tahun Beroperasi di Surabaya, Renault Kini Punya Bengkel Khusus

Rois Jajeli - detikOto
Foto: Rois Jajeli Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Setelah 5 tahun menjejakkan kaki di Surabaya, Renault akhirnya memiliki bengkel khusus. PT Auto Euro Indonesia selaku agen pemegang merek Renault di Indonesia bersama dengan PT Indomobil Prima Niaga meresmikan bengkel khusus Renault di Surabaya.

"Hari ini kami meresmikan bengkel Renault di Surabaya," kata Rudyanto Surjakusuma, Area Coordinator PT Indomobil Prima Niaga Jawa Timur, Senin (19/2/2018).

Ia menerangkan, sejak tahun 2013 showroom Renault di Surabaya hanya melayani penjualan saja. Sedangkan konsumen yang ingin merawat mobil Renault miliknya, harus membawa mobil ke bengkel di Nissan Jalan Basuki Rahmat Surabaya.

"Showroom Renault sebelumnya hanya melayanai 1 S (sales). Sekarang di showroom kami sudah terlayani 3 S (Sales, service, sparepart)," tuturnya.

Rudy mengatakan, dengan hadirnya bengkel Renault, memberikan pelayanan lebih kepada konsumennya. Ketika servis di diler Nissan, maka harus antre hingga 3 hari.

"Sekarang dengan hadirnya bengkel ini, konsumen tak perlu booking lagi. Sekarang langsung terlayani di bengkel khusus Renault. Hadirnya bengkel ini sebagai bentuk komitmen kami untuk terus mengembangkan bisnis dan layanannya," terangnya.

Bengkel resmi ini dikembangkan dengan fasilitas 9 stall (3 stall untuk car lift, 1 stall untuk perbaikan berat, 5 stall untuk perbaikan), dan didukung para teknisi terlatih.

Untuk investasi pendirian bengkel ini diperkirakan mencapai sekitar hampir Rp 800 juta. Service tersebut juga menggunakan peralatan resmi dari Prancis serta terkoneksi dengan bengkel resmi Renault di Jakarta.

"Kami berharap dengan adanya fasilitas yang mumpuni (diler 3S dan bengkel resmi 2S) di area Surabaya, mampu memberikan ketenangan hati para konsumen Renault terhadap kenyamanan dan keamanan kendaraan Renault yang dimilikinya. Dan kami meyakinkan para pencinta mobil Eropa untuk memilih Renault sebagai kendaraan yang nyaman untuk digunakan sehari-hari dengan kemudahan perawatan," jelasnya.

Disinggung mengenai penjualan Renault di wilayah Jawa Timur, kata Rudy, pihaknya optimistis dapat mencapai target penjualan 65 unit di tahun 2018. Sedangkan tahun 2017, penjualannya mencapai 42 unit.

Dari penjualan tahun 2017, terbanyak pada Renault Kwid sekitar 60 persen. Kwid yakni kendaraan kelas mini crossover, yang menawarkan mobil murah tapi bukan LCGC. Harganya berkisaran Rp 130 jutaan. Penyumbang berikutnya Renault Koleos, sekitar 30 persen. Koleos jensi medium SUV yang direkayasa ulang sepenuhnya dengan desain agresif, fitur unik. Harganya sekitaran Rp 525 jutaan. Sedangkan, sisanya seperti Renault Duster 4x2, Duster 4x4 dan Renault Clio RS.

"Kami optimistis dapat mencapai target penjualan di tahun 2018 ini. Karena kami melihat penjualan pada komersial car yang luar biasa pada Semester II tahun lalu sampai hari ini. Kalau komersial car naik, maka passenger car juga akan naik," jelasnya. (roi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed