Senin, 05 Feb 2018 20:16 WIB

Kata Isuzu Tanggapi Kendaraan yang Overload

Ruly Kurniawan - detikOto
Kata Isuzu Tanggapi Kendaraan yang Overload Foto: Dok Istimewa Kata Isuzu Tanggapi Kendaraan yang Overload Foto: Dok Istimewa
Jakarta - Sudah bukan rahasia umum bahwa sering kali kendaraan khususnya truk membawa beban lebih banyak daripada yang semestinya atau overload. Karena hal tersebut, beberapa pihak dirugikan, seperti jalanan yang cepat rusak dan berlubang. Isuzu, selaku produsen kendaraan komersil pun menanggapi hal ini.

Ditemui wartawan, Vice President PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Ernando Demily mengaku tidak senang akan hal tersebut. Namun selaku produsen, ia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali berdialog dengan pemerintah yang lebih memiliki kekuatan di sana.

"Kalau berbicara overload sebenarnya yang dirugikan banyak pihak. Yang pasti pemerintahan terkait jalanan yang rusak terus dan kita (produsennya) karena kendaraan kita diperkosa. Pengusaha pun otomatis akan keluarkan biaya tambahan servis yang lebih sering," paparnya di Jakarta, Senin (5/2/2018).

"Pemerintah juga kemarin sempat ngobrol dengan kita, para produsen dan para pengusaha. Pada dasarnya semua setuju bahwa overloading ini tidak bisa diteruskan karena semua pihak bakal dirugikan. Terakhir diskusi kepada menteri perhubungan, kelihatannya pembatasan loading ini akan dijalankan," tambah Ernando.

Apakah dimungkinkan bila Isuzu selaku produsen dapat membuat peraturan tersendiri terkait hal ini, seperti menghanguskan guarantee atau garansi mobil?

"Bila hanya Isuzu yang melakukan itu ya sama saja (karena pasti konsumen akan berpindah ke produsen mobil lain). Tapi bila kita lakukan bersama-sama, nanti dibilang kartel. Kan tidak boleh tuh. Namun kita tidak happy dengan overloading ini," tutup Ernando. (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed