Pabrikan Eropa pun dengan agresif menggempur pasar otomotif Thailand dengan mobil plug-in hybrid. Director Corporate Communications BMW Group Thailand, Krisda Utamote, mengatakan mobil ramah lingkungan di Thailand semakin diminati. Bahkan, penjualan mobil plug-in hybrid BMW di Thailand meningkat hingga 269 persen pada 2017 dibanding tahun sebelumnya.
Alasan pertama mengapa mobil hybrid makin diminati di Thailand adalah karena mulai banyaknya pilihan kendaraan jenis itu. BMW sendiri sudah merakit secara lokal beberapa mobil plug-in hybrid di Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan kedua adalah masyarakat Thailand sudah mulai mengerti akan keuntungan mobil ramah lingkungan. Makanya, Thailand menjadi negara ketiga dalam hal perbandingan jumlah mobil mesin bakar dengan mobil plug-in hybrid, dengan 13 persen dari total penjualan mobil di Thailand pada 2017 adalah mobil plug-in hybrid.
"Sebelum kami meluncurkan kendaraan plug-in hybrid, pertanyaan utamanya adalah di mana bisa ngecas mobilnya? Di tahun pertama kami baru memperkenalkan solusi mencas mobil di rumah dengan wallbox yang bisa diinstal di rumah. Tapi di luar, saat itu belum ada fasilitasnya," sebut Krisda.
"Tapi kini, infrastruktur makin berkembang. Jadi ada kepercayaan diri dari masyarakat Thailand. Kalau ke pusat perbelanjaan, sudah ada fasilitas charging-nya," katanya.
Alasan terakhir dan yang penting mengapa mobil plug-in hybrid semakin berkembang di Thailand adalah dukungan pemerintahnya. Di negara ini, pemerintahnya sangat mendukung pengembangan mobil ramah lingkungan dengan insentif.
"Misalnya, mobil bermesin bakar dikenakan pajak 30-35 persen tergantung tingkat CO2. Tapi kalau plug-in hybrid bisa ditekan menjadi hanya 10 persen," ucap Krisda. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit