Alasan Mobil Hybrid di Thailand Makin Diminati

Laporan dari Bangkok, Thailand

Alasan Mobil Hybrid di Thailand Makin Diminati

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 04 Feb 2018 19:04 WIB
Alasan Mobil Hybrid di Thailand Makin Diminati
Mobil sport hybrid BMW i8 (Foto: Hasan Al Habshy)
Bangkok - Thailand sudah lebih dulu ngegas dalam memperkenalkan dan memasyarakatkan kendaraan ramah lingkungan. Di Negeri Gajah Putih ini, sudah mulai banyak kendaraan hybrid yang beredar.

Pabrikan Eropa pun dengan agresif menggempur pasar otomotif Thailand dengan mobil plug-in hybrid. Director Corporate Communications BMW Group Thailand, Krisda Utamote, mengatakan mobil ramah lingkungan di Thailand semakin diminati. Bahkan, penjualan mobil plug-in hybrid BMW di Thailand meningkat hingga 269 persen pada 2017 dibanding tahun sebelumnya.

Alasan pertama mengapa mobil hybrid makin diminati di Thailand adalah karena mulai banyaknya pilihan kendaraan jenis itu. BMW sendiri sudah merakit secara lokal beberapa mobil plug-in hybrid di Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mulai rakit X5 plug-in hybrid, 330E, 530E 740LE. Jadi kami punya beberapa model plug-in hybrid tambahan sehingga angkanya meningkat 269 persen," tuturnya saat ditemui di Bangkok, Thailand.

Alasan kedua adalah masyarakat Thailand sudah mulai mengerti akan keuntungan mobil ramah lingkungan. Makanya, Thailand menjadi negara ketiga dalam hal perbandingan jumlah mobil mesin bakar dengan mobil plug-in hybrid, dengan 13 persen dari total penjualan mobil di Thailand pada 2017 adalah mobil plug-in hybrid.

"Sebelum kami meluncurkan kendaraan plug-in hybrid, pertanyaan utamanya adalah di mana bisa ngecas mobilnya? Di tahun pertama kami baru memperkenalkan solusi mencas mobil di rumah dengan wallbox yang bisa diinstal di rumah. Tapi di luar, saat itu belum ada fasilitasnya," sebut Krisda.

"Tapi kini, infrastruktur makin berkembang. Jadi ada kepercayaan diri dari masyarakat Thailand. Kalau ke pusat perbelanjaan, sudah ada fasilitas charging-nya," katanya.

Alasan terakhir dan yang penting mengapa mobil plug-in hybrid semakin berkembang di Thailand adalah dukungan pemerintahnya. Di negara ini, pemerintahnya sangat mendukung pengembangan mobil ramah lingkungan dengan insentif.

"Misalnya, mobil bermesin bakar dikenakan pajak 30-35 persen tergantung tingkat CO2. Tapi kalau plug-in hybrid bisa ditekan menjadi hanya 10 persen," ucap Krisda. (rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads