Selasa, 30 Jan 2018 10:59 WIB

Kecelakaan Pajero, Komunitas: Bukan Karena Mobilnya

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: Sebuah mobil mengalami kecalakaan tunggal di Tol Tangerang-Merak KM 97 dan rusak parah. (Istimewa) Foto: Sebuah mobil mengalami kecalakaan tunggal di Tol Tangerang-Merak KM 97 dan rusak parah. (Istimewa)
Jakarta - Kecelakaan tunggal yang dialami oleh salah satu anggota komunitas Pajero Indonesia One dan menyebabkan meninggalnya salah satu anggotanya yang akrab disapa Om Kiki. Bisa dipastikan bukan karena kendaraan yang digunakan, seperti yang tengah ramai dibicarakan di dunia maya.

Seperti yang disampaikan Penasehat Pajero Indonesia One Chapter Tangerang Raya, Dimas Ersubroto, kepada detikOto.

"Dari sisi kendaraannya, kalau sepenglihatan saya, kondisi rusak akibat kecelakaan ini karena faktor kecepatan tinggi dan tidak ada pengereman. Karena tidak ada jejak rem. Sehingga ini pure dalam kecepatan tinggi juga, kalau dilihat airbag berfungsi. Jadi untuk mobil, saya rasa tidak ada faktor yang miss (gagal produk-Red) dari kendaraan. Ini kejadian murni, sopir dalam keadaan tidak sadar (karena gagal jantung, seperti yang disampikan pihak dokter-Red," ujar Dimas.

Meski demikian, Dimas mengakui Pajero saat dikendarai agak limbung.

"Konteksnya Pajero secara umum memang agak limbung. Tapi saat kita lihat dari kejadian ini, memang mobilnya masih standar dan tidak ada masalah. Membutuhkan stabilizer bawah? Kalau saya merasakan nyaman saja, tapi saya tidak tahu orang-orang (pengendara Pajero lainnya-Red) mungkin beda. Ya karena saya tidak menambahkan stabilizer bawah, karena memang tidak masalah," ujarnya..

"Kalau kita berkaca dari kejadian ini, mobilnya tidak masalah. Karena kecepatan tinggi, tidak ada jejak remnya. Makanya pengendara kehilangan kendali, bukan karena limbungnya," tambah Dimas.

Namun yang menjadi perhatian Dimas, masyarakat yang melihat kejadian saat baru terjadi. Di saat anggota Pajero Indonesia One, yaitu (Almarhum) Om Kiki mengalami kecelakaan, seluruh barang berharga Almarhum hilang diambil

"Namun yang jadi perhatian lain, semua harta bendanya hilang, jadi entah masyarakat yang awal kejadian atau siapa, mengambil kesempatan dengan mengambil seluruh barang berharga, semuanya hilang. Telepon Selular, tas, dan barang-barang berharga hilang. Seharusnya masyarakat bisa lebih peduli, karena sudah terkena musibah tapi masih diambil (dicuri barang berharga Almarhum-Red)," tambahnya. (lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed