Hal tersebut dipaparkan Vice President Director of Marketing and Sales Nissan Motor Indonesia, Davy J. Tuilan. Dengan sifat dan daya beli masyarakat Indonesia, keagresifan beberapa produsen otomotif khususnya Nissan, serta kondisi pendukung lainnya, target tersebut akan mampu ditembus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagi pula kalau di Indonesia itu mempunyai mobil itu butuh untuk dipakai atau status sosial? Status sosial kan. Karena pertama kita bawa motor terus sekarang naik mobil, ketemu teman-teman reunian 'Weh gue udah naik mobil, nih'. Jadi itu status sosial," lanjutnya.
Baca juga: Bos Nissan Tertawa dengar Isu Mobil Lavender |
Maka, dengan daya beli dan pola pikir seperti itu hal-hal tersebut tak akan berpengaruh signifikan. Pun dengan kenaikan BBM.
"Nih tanpa terasa harga BBM dunia makin menaik, tapi apakah orang tidak beli mobil? Yang ada mereka tidak akan beli mobil yang mesinnya boros, tapi akan beli LCGC. Jadi LCGC akan naik terus," kata Davy.
Namun memang semua itu tidak bisa diperkirakan secara pasti. Yang pasti, pertarungan kendaraan roda empat akan sangat memanas tahun ini.
"Memang tidak ada yang bisa menghitung itu dengan tepat," tutup Davy. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk