Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, mengatakan hal itu. Menurutnya, persyaratan utama penggantian angkutan kota adalah mobil yang dipakai harus dari pabrikan langsung.
"Persyaratan utamanya adalah kendaraan tersebut harus murni buatan pabrikan (bukan karoseri). Karena menjaga kualitas kendaraan tersebut, kemudian jaminan aftersales service, ketersediaan sparepart, bengkel, perawatan. Dan kalau terjadi apa-apa dengan produk tersebut bisa kita klaim. Tapi kalau buatan karoseri kan nggak bisa kita klaim ke pabrikan, karena ada hasil pekerjaan orang lain," kata Shafruhan kepada detikOto, kamis (21/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengusaha angkutan mau pakai merek A silakan, pakai merek B silakan, karena itu berkaitan dengan nilai investasinya. Dan berkaitan dengan nilai kenyamanan yang bisa diberikan kepada masyarakat," katanya. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk