Ke depan, sesuai program Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, angkot Avanza itu akan terintegrasi dengan bus TransJakarta. Itu akan masuk dalam program Ok Otrip. Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menjanjikan angkot tak ada lagi yang ngetem dan ugal-ugalan kejar setoran.
"Karena kaitannya itu kalau sudah terintegrasi dengan TransJakarta, di program OK Otrip, pengusahanya dibayar rupiah per kilometer. Jadi sopir tidak perlu kejar-kejar setoran. Nah sehingga masyarakat juga tidak kayak ikan asin dijejal-jejalin," kata Shafruhan kepada detikOto, Kamis (21/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa yang dikejar saat ini adalah kualitas layanan, bukan kuantitas lagi. Kalau dulu kan kuanitas tuh. Ini harus diubah. Toh, kondisi angkutan sekarang penumpangnya 3, 4, 5 orang. Dulu terpaksa tungguin, ngetem. Sekarang kan nggak perlu ngetem. Yang paling penting masyarakat membutuhkan angkutan, nggak lama dia nunggu dapat angkutan dan langsung jalan," jelas Shafruhan.
"Saya sudah canangkan dari tahun lalu bahwa harus mengubah mindset sebagai pengusaha angkutan kalau mau tetap bisnis di transportasi. Karena transportasi ini kan bisnis layanan, kalau kualitas layanan kita jelek, ditinggalin sama penumpang. Karena alternatif sekarang sudah banyak banget," ucapnya.
Pengusaha angkutan umum, kata Shafruhan, pun sudah siap menerapkan itu. Mereka yang cocok di bisnis transportasi siap memperbaiki kualitas layanan. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!