Sabtu, 16 Des 2017 10:07 WIB

Kenapa Harga Sportcar di Indonesia Mahal?

Ruly Kurniawan - detikOto
Lamborghini Huracan Foto: Ruly Kurniawan Lamborghini Huracan Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Pernah terpikir tidak Otolovers, mengapa harga mobil sport dan premium lainnya di Indonesia sangat mahal? Padahal di Negara lainnya seperti Jepang, Australia, Inggris, Jerman, dan lain sebagainya tidak terlalu mahal bahkan cenderung terjangkau.

Menanggapi hal ini, Rudy Salim, Presiden Direktur Prestige Image Motorcars mengungkapkan hal tersebut karena pajak bea masuk Indonesia yang sangat mahal. Bahkan, tahun ini biaya tersebut ditambah sehingga mobil sekelas Lamborghini Hurracan untuk biaya masuknya saja sampai Rp 7,2 Miliar.

"Pajak Hurracan itu harusnya (sebelum ada perubahan bea masuk) Rp 5,3 Miliar, diluar harga mobil. Itu hanya pajaknya saja ya, belum dengan biaya lainnya. Nah, lalu pajak masuk ini ada koreksi CIF (Cost, Insurance, and Freight) dari pemerintah. Terkena PPnBM, PPN 10%, PPH, dan sebagainya sehingga harga masuk itu tadi naik jadi Rp 7,2 Miliar," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/12/2017).

"Jadi benar-benar berat. Oleh karena itu, harga mobil seperti ini mahalnya sangat keterlaluan. Ini (kenaikan biaya masuk) berlaku pada 4-5 kemarin (November)," lanjut Rudy.

Maka, dengan penambahan tersebut mobil yang diluar negeri terkena hanya Rp 4-5 Miliar, ketika disesuaikan dan masuk Indonesia banderolannya mencapai Rp 17 Miliar.

"Dengan penambahan itu, maka mobil yang tadinya diluar terjangkau (hanya kisaran Rp 4 sampai 5 Miliar), ketika disesuaikan dan masuk sini jadi tidak wajar. Misalkan saja Rolls-Royce Phantom Metropolitan itu, diluar Rp 7 sampai 8 Miliar. Tapi di Indonesia, masuk Rp 25 Miliar karena ada penyesuaian itu tadi," ujar Rudy.

"Jadi bener-bener berat. Seharusnya pemerintah itu memudahkan kita karena kan ketika masyarakat beli, dia akan buat STNK. Nah ini aja yang dimahalin," tutupnya. (lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed