Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 29 November 2017, 16:47 WIB

Pajak Mobil Listrik Dijanjikan Lebih Murah

Ruly Kurniawan - detikOto
Pajak Mobil Listrik Dijanjikan Lebih Murah Mobil listrik hingga motor listrik di Pameran Inovasi PLN (Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance)
Serang - Pemerintah Republik Indonesia kian gencar dan bersemangat untuk menyusun kendaraan bertenaga listrik maupun hibrida. Pada awal Maret 2017 kemarin pun Presiden Joko Widodo telah menandatangani Perpres Nomor 22 tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Di Perpres tersebut disebutkan bahwa pada tahun 2025, Indonesia akan mengembangkan paling tidak 2.200 unit mobil listrik maupun hibrida. Demi mengamininya, tentu kebijakan insentif fiskal untuk produksi kendaraan listrik harus juga disusun. Sehingga, dengan bantuan hal tersebut, mobil racikan dalam negeri dapat berkompetisi dengan buatan global.



"Pemerintah sendiri mempunyai program bahwa dalam tahun 2024 mobil listrik di Indonesia bisa mencapai 20 persen. Apabila banyak pabrik mobil yang mulai menyiapkan fasilitas dan teknologi untuk itu (Industry 4.0), ya saya rasa industri otomotif akan mampu mencapainya, tidak kalah dengan global," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Serang, Banten.

"Tantangan tertingginya (kendaraan listrik) adalah masalah cost. Oleh karena itu, dari segi pemerintah kami sedang merevisi regulasinya sehingga PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) berbasis listrik lebih rendah daripada mesin bensin (konvensional). Tujuannya agar kita tidak tertinggal dari negara lain dan lebih kompetitif," lanjutnya.



Sejalan dengan perkataannya, kini regulasi kendaraan listrik sedang direvisi oleh Pemerintah RI. Hal yang sangat diperhatikan dalam proses tersebut ialah terkait PPnBM sehingga nilai atau harga kendaraan tersebut tidak terlalu mahal dari kendaraan konvensional.

Sebagai informasi, Perpres Nomor 22 tahun 2017 tentang RUEN merupakan kebijakan Pemerintah Pusat mengenai rencana pengelolaan energi tingkat nasional. Kebijakan tersebut mengarah untuk mendorong ke berbagai pihak agar bergairah menurunkan polusi udara dan ketergantungan kepada bahan bakar fosil yakni minyak.

Dalam lampiran Perpres tersebut disebutkan bahwa pemerintah akan mengembangkan kendaraan bertenaga listrik ataupun hybrid pada 2025 dengan jumlah 2.200 unit roda empat dan 2,1 juta unit roda dua. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +