Selasa, 14 Nov 2017 16:08 WIB

Teknologi e-Power Nissan Juga Bisa Dipasang di Grand Livina

Dina Rayanti - detikOto
Nissan Serena e-Power saat diluncurkan di Tokyo Motor Show (Foto: Dikhy Sasra) Nissan Serena e-Power saat diluncurkan di Tokyo Motor Show (Foto: Dikhy Sasra)
Tangerang - Nissan menciptakan teknologi yang penggerak rodanya menggunakan motor elektrik dengan tenaga dari baterai ion lithium. Dengan begitu, mobil bisa menjadi mobil listrik namun masih mengisi BBM.

Saat ini teknologi tersebut baru dipasang Nissan pada dua model andalannya di Jepang yakni Note dan baru-baru ini dipasang pada Serena. Nissan sendiri tak menutup kemungkinan memasang teknologi ini pada model lain seperti di Grand Livina.

"Bisa (dipasang pada model lain) makanya awal bulan kita launch Serena e-Power di Tokyo Motor Show," ungkap Manager RnD Nissan Motor Indonesia Anton Khristanto di Tangerang.

"Kalau dipasangin line up mana aja bisa, kenapa pilih Note karena kan di Jepang emang segmen paling gede itu makanya dia pasang di situ, kemudian Serena juga segmennya tinggi makanya dia pasang di situ," sambung Anton.

Mobil ini diklaim Nissan cocok untuk di jalanan seperti ibukota Jakarta yang masih minim stasiun pengecasan listrik namun membutuhkan mobil ramah lingkungan.

Meski masih menggunakan bensin, Nissan mengklaim mobil ini sepenuhnya merupakan mobil listrik dan berbeda dari mobil hybrid.

Jika pada mesin hybrid motor listrik dengan output rendah digabungkan dengan mesin bensin untuk menggerakan roda saat kondisi baterai sedang lemah. Namun dengan sistem e-Power mesin bensin tak terhubung ke roda melainkan hanya untuk mengisi baterai saja.

Struktur sistem ini secara umum membutuhkan motor dan baterai yang lebih besar karena motor adalah satu-satunya sumber langsung untuk menggerakkan roda.

Sistem e-Power sendiri menghasilkan torsi yang sangat besar secara instan kemudian meningkatkan respons mengemudi dan menghasilkan akselerasi yang baik. Seperti kendaraan listrik pada umumnya efisiensi bahan bakarnya sebanding dengan mesin hybrid konvensional.

Pada saat pengurangan kecepatan, mesin kemudian berhenti dan daya regeneratif digunakan untuk mengisi baterai sampai kendaraan benar-benar berhenti. Ini menyebabkan tidak terjadinya pembuangan energi yang sia-sia selama pengurangan kecepatan.

e-Power mampu mempercepat, memperlambat, dan berhenti cukup dengan satu peda. Kendaraan bakalan berakselerasi saat dipijak dan akan melambat saat pedal gas dilepas. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Mobil Baru Pramugari Garuda

    Mobil Baru Pramugari Garuda

    Selasa, 11 Des 2018 13:50 WIB
    Garuda Indonesia memilih Mitsubishi Xpander sebagai kendaraan operasional para awak kabin. Garuda memilih varian GLS MT dengan warna Sterling Silver Metallic.
  • Lamborghini Recall 1.152 Unit Gallardo

    Lamborghini Recall 1.152 Unit Gallardo

    Selasa, 11 Des 2018 13:24 WIB
    Recall bisa terjadi pada mobil apa saja. Produsen mobil sport asal Italia Lamborghini mengumumkan akan menarik salah satu model lama, Gallardo.
  • Pramugari Garuda Diantar Xpander

    Pramugari Garuda Diantar Xpander

    Selasa, 11 Des 2018 12:20 WIB
    Pramugari dan awak kru maskapai flag carrier Indonesia, Garuda Indonesia bakal naik mobil operasional baru. Mobil itu adalah mobil MPV Mitsubishi Xpander.
  • Mobil Eropa Pecundangi Jepang

    Mobil Eropa Pecundangi Jepang

    Selasa, 11 Des 2018 12:11 WIB
    Jepang terkenal dengan mobilnya yang sangat efisien. Namun mobil terbaik di negara Jepang ternyata bukan mobil buatannya sendiri, melainkan buatan Swedia! Volvo