Meski diklaim sepenuhnya mobil listrik namun ternyata dengan sistem e-Power mobil listrik Nissan masih menghasilkan emisi gas buang.
"Ini masih ada emisi gas buangnya hanya 64 mg/km kalau mesin konvensional kan besar emisinya ini sangat kecil," kata Vehicle Evaluator RnD Nissan Motor Indonesia (NMI) Hatyo Hadsanggaeni saat mendampingi pengetesan Nissan Note e-Power di Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emisi tersebut dihasilkan dari mesin bensin yang digunakan untuk mengecas baterai motor elektrik.
Pengoperasiannya otomatis, menyala, dan mati sesuai kebutuhan dan tidak terhubung dengan roda mobil. Konsumsi bahan bakarnya juga cukup hemat. Saat dites di Jepang 1 liter bensin bisa menempuh jarak 36 km.
Untuk di ASEAN Note dengan sistem e-Power baru sekadar dipamerkan saja karena terbentur regulasi yang belum jelas soal mobil listrik.
"Market lain Asia Tenggara mereka juga belum masuk karena mereka kondisinya masih nunggu pajak. Yang masuk mungkin yang Note konvensional di Thailand sudah," ungkap Manager RnD NMI, Anton Khristanto. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?