Saat detikOto berkesempatan untuk menjajal mobil listrik yang katanya beda dengan mobil listrik pada umumnya itu ketika pedal gas diinjak penuh justru terdengar suara mesin mobil meraung seperti mobil-mobil pada umumnya namun tidak terlalu kasar.
"Karena ketika baterainya kurang enginenya memang nyala untuk charging ke baterai," ungkap Manager R&D Nissan Motor Indonesia Anton Khristanto di Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena mobil 100 persen menggunakan penggerak motor listrik, maka roda hanya digerakkan oleh motor listrik. Daya dari baterai dikirim ke motor listrik dengan output tinggi e-Power. Sementara mesin bensin kecil dibutuhkan untuk membantu mengisi daya ulang baterai.
Hal ini berlangsung secara otomatis, mesin menyala, dan mati sesuai kebutuhan dan tidak terhubung dengan roda mobil.
Dengan begitu, pengendara tak perlu repot-repot mencari stasiun pengisian listrik ketika kehabisan baterai di tengah jalan. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?