Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 02 November 2017, 17:00 WIB

Wawancara Khusus

Nissan: Google dkk Bakal Sulit Kembangkan Mobil Tanpa Sopir

Dikhy Sasra - detikOto
Nissan: Google dkk Bakal Sulit Kembangkan Mobil Tanpa Sopir Foto: Dikhy Sasra
Tokyo - Nissan sudah beberapa tahun terakhir mengembangkan mobil tanpa sopir atau otonom. Untuk mengembangkan mobil otonom Nissan mengumpulkan para peneliti yang paham mengenai kecerdasan buatan di Nissan Research Center Sillicon Valey.

detikOto pertama kali menjajal teknologi mobil otonom Nissan ini sejak tahun 2013 lalu di Irvine, California. detikOto menjadi saksi bagaimana mobil dengan lincah bisa belok-belok sendiri tanpa ada bantuan manusia.

4 Tahun kemudian, di sela-sela Tokyo Motor Show 2017, detikOto bisa berkesempatan berbicara dengan pimpinan Nissan Research Center Sillicon Valey, Marteen Sierhuis.

Berikut petikan wawancara reporter detikOto Dikhy Sasra dan Sierhuis megenai perkembangan mobil otonom Nissan, di Tokyo, beberapa hari lalu:


Tanya (T) Bagaimana upaya Nissan dalam mengembangkan mobil otonom (Autonomous Vehicle). Sudah berapa tahun riset pengembangan mobil otonom?

Jawab (J) Nissan memiliki sejarah yang panjang dalam mengerjakan teknologi otonom. Saya bergabung dengan Nissan pada 2013 dimana Nissan sudah mengupayakan sistem otonom, sama seperti kita membicarakan sistem ProPILOT saat ini.

Kami sudah mengembangkan perangkat lunak kendaraan otonom (Autonomous Vehicle Software), tapi sebelumnya pada 2008 ketika Nissan sudah memulai mengerjakan ini dengan teknlogi highway driving, ketika kamu memikirkan tentang ProPILOT di pasar saat ini, pekerjaan ini sesungguhnya sudah dimulai awal 2008-2009. Kami memulai riset pada 2003. Riset kami dimulai bukan dari highway driving tetapi city driving.

Video Nissan ProPilot

[Gambas:Youtube]


Jadi kami sudah melakukan perencanaan untuk produk-produk yang dimulai pada 2016 yaitu ProPILOT, pada 2018 untuk Highway Driving Lane dan Highway Driving dengan teknologi Leaf, dan pada 2020 kerangka waktu untuk city driving dengan tanpa supir (driverless) dimana mata harus dokus pada jalan namun tidak menggunakan tangan untuk mengendarai.

Itu adalah peta perencanaan Nissan yang telah kami umumkan. Kami dalam riset, yang sekarang sedang saya lakukan. Kami berkembang ke teknologi tanpa sopir (driverless).


Marteen SierhuisMarteen Sierhuis Foto: Dikhy Sasra

(T) Pabrikan mobil kini saingannya bukan sesama pabrikan mobil, tetapi perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft, Samsung, Blackberry yang sudah ramai-ramai merencanakan mobil otonom, apa upaya Nissan menghadapi tantangan perusahaan raksasa teknologi ini, apakah justru Nissan berencana bekerja sama dengan mereka?


(J) Saya berpendapat kami dengan latar belakang industri mobil paham bagaimana membuat mobil, jadi sangat sulit untuk perusahaan teknologi seperti Microsoft, Google, dan perusahaan-perusahaan sejenis lainnya membuat mobil.

Saya berpendapat bahwa bukan pengecualian atau bentuk solusi, kita membutuhkan satu sama yang lainnya untuk membuat teknologi dalam berkendara. Teknologi otonom harus berjalan beriringan dengan kendaraan jadi Anda harus memahami betul kendaraan untuk mengembangkannya. Nissan mengembangkan teknologi in house, kita bekerja sama dengan partner-partner, jadi ini adalah gabungan.

Tapi saya berpendapat akan jauh lebih sulit untuk perusahaan teknologi seperti Microsoft, Google, atau perusahaan-perusahaan sejenis lainnya mengembangkan kendaraan mobil. Mengembangkan mobil adalah pekerjaan yang sulit.

(T) Bagaimana Anda melihat Indonesia, apakah merupakan salah satu negara yang cocok menggunakan mobil otonom, pengendara mobil di sini banyak yang tidak disiplin berlalu lintas, apakah dengan adanya mobil otonom, jumlah pengendara yang ugal-ugalan akan berkurang?

(J) Sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut karena saya belum pernah berkunjung ke Indonesia. Saya berpendapat bahwa kota seperti Jakarta atau New York atau Meksiko atau kota-kota besar lainnya dengan tingkat penduduk yang padat sulit untuk mengembangkan teknologi otonom untuk beroperasi di sana.

Saya rasa Jakarta bukan kota pertama yang akan didatangi atau kita coba karena begitu sulit dengan tingkat kendaraan bermotor saat ini. Saya rasa hal yang baik mengenai teknologi otonom jika ingin dicoba di kota adalah mampu mendorong masyarakat untuk membuat perubahan lingkungan menjadi lebih baik sehingga polusinya berkurang.

Saya pikir kalaupun kita bisa, itu bukan karena teknologi otonom seketika segalanya terasa lebih mudah di Jakarta tetapi karena terjadinya perubahan lingkungan. Perubahan pada hal terkait kendaraan mampu membawa perubahan yang lebih baik di Jakarta karena arus lalu
lintas akan lebih lancar dengan kendaraan otonom. Kita memiliki pelayanan mobilitas sekalinya kita berpergian dengan berkendara tanpa supir (driverless).

Saya rasa kita memiliki dampak positif terutama pada pasar yang sedang berkembang. Kita menyebutnya 'pasar yang sedang berkembang' bukan karena tanpa alasan tetapi kita bisa melakukan perubahan-perubahan, kita bertumbuh dan saya rasa memperkenalkan teknologi
baru merupakan pertimbangan positif untuk membawanya ke Indonesia.

(T) Beberapa negara mengkhawatirkan perkembangan mobil otonom akan membuat banyak orang menjadi pengangguran, mereka yang selama ini berprofesi sebagai sopir pasti akan kehilangan pekerjaan. Menteri Transportasi India Nitin Gadkari India bahkan sudah mengatakan India akan melarang mobil otonom bagaimana menurut Nissan mengenai fenomena ini?

(J) Kami tidak mengembangkan kendaraan otonom supaya masyarakat kehilangan pekerjaan mereka, hal tersebut bukanlah tujuan kami mengembangkan teknologi ini.

Pekerjaan saya sebagai peneliti dalam sistem otonom adalah bukan untuk menggantikan peran individu, tetapi untuk membuat masyarakat meningkatkan kemampuan mereka. Dengan berkendara tanpa sopir (driverless), sangat sulit untuk mengatakan apa yang akan terjadi
kepada orang yang bekerja sebagai supir.

Jadi kami mengembangkan konsep berkendara otonom dimana saya tidak percaya bahwa individu hanya memiliki kendaraan otonom tanpa manusia yang mengendalikan dan melengkapinya.

Jadi saya berpendapat bahwa lapangan pekerjaan akan berubah karena sistem otonom bukan hanya pada kendaraan tetapi pada manufaktur robot. Hal ini adalah apa yang disebut membawa perubahan dunia.

Saya rasa pasar yang sedang berkembang seperti pasar di Indonesia harus menghadapi teknologi yang sana dan kedepannya akan masuk ke pasar.

Tapi saya sara jika kita melakukannya dengan baik, pekerjaan tersebut bisa terselamatkan. Anda tahu kita sebagai individu memiliki perbedaan. Jadi apa yang akan terjadi di Indonesia menjadi pekerjaan rumah. Saya tidak memiliki jawaban yang bagus untuk pertanyaan ini.

Beberapa hal di dunia mengalami perubahan, itu akan terus terjadi. Saya rasa di Amerika Serikat akan lebih cepat, tetapi di Indonesia saya pikir kita harus memecahkan masalah ini. Semua orang tahu kita tidak ingin masyarakat kehilangan pekerjaan mereka dan tidak memiliki penghasilan. Hal ini adalah masalah yang harus dipertimbangkan oleh masyarakat. Ini bukan Nissan atau pihak-pihak lainnya yang berhak menyebutkan bahwa Indonesia harus mengambil keputusan.

(T) Regulasi seperti apa yang diinginkan Nissan dari pemerintah terkait pengembangan mobil otonom? Insentif apa yang bisa membuat mobil otonom atau mobil tanpa sopir jadi berkembang?

(J) Tentu saja terkait dengan struktur jalan, bagaimana jalanan tertata dengan baik sangat penting untuk sensor dapat terlihat.

Jadi saya berpendapat itu hal pertama yang kami butuhkan. Selanjutnya tentang regulasi hukum. Jika saat ini belum ada pernyataan kita bisa berkendara otonom, itu belum secara legal dipersilakan sehingga kita menunggu pembaharuan regulasi tersebut untuk mengizinkannya. Jadi pemerintah harus berperan dalam hal tersebut, sehingga level pemerintah menjadi penting.

Tentu juga di tingkat lokal perkotaan, yaitu peran perencana penataan kota. Bagaimana mereka mengembangkan jalan, Anda paham sejak awal jika kita memiliki kendaraan otonom di jalan raya bersamaan dengan orang-orang berkendara lainnya, kita harus memiliki lajur untuk kendaraan otonom. Jadi pendapat saya adalah peran pemerintah dan lokal harus menjadi bagian dari pembicaraan.

(ds/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed