Rabu, 01 Nov 2017 18:01 WIB

Laporan dari Jepang

Langkah-langkah Menuju Kendaraan Nol Emisi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil masa depan Toyota Foto: Rangga Rahadiansyah Mobil masa depan Toyota Foto: Rangga Rahadiansyah
Tokyo - Dunia membutuhkan kendaraan rendah emisi. Malah kalau bisa kendaraan itu tidak mengeluarkan emisi sama sekali dari hulu sampai hilir.

Kendaraan ramah lingkungan saat ini sudah banyak dikembangkan. Mulai dari mobil hybrid yang menggabungkan mesin bakar dan motor listrik hingga kendaraan bertenaga hidrogen yang sama sekali tidak mengeluarkan emisi.

Setidaknya ada empat tahapan kendaraan sebelum benar-benar tak mengeluarkan emisi sama sekali. Pertama adalah kendaraan hybrid konvensional, lalu lanjut ke plug-in hybrid, kemudian ke elektrik sepenuhnya, sampai kendaraan sel bahan bakar dengan tenaga hidrogen.

Menurut Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, keempat jenis kendaraan itu memiliki kemiripan. Semuanya sudah menggunakan elektrifikasi. Hanya, kadar elektrifikasinya yang berbeda.

Misalnya, kendaraan hybrid hanya menggunakan 25 persen elektrifikasi, plug-in hybrid 75 persen elektrifikasi, mobil listrik sepenuhnya dan mobil hidrogen 100 persen elektrifikasi.

"FCV (kendaraan sel bahan bakar/bertenaga hidrogen) itu close to zero emission, karena menggunakan H2 (hidrogen yang juga diproduksi dengan cara tanpa emisi). Kalau BEV (baterai electric vehicle/mobil listrik sepenuhnya) itu zero emission, tapi pembangkit listriknya yang belum," kata Warih saat ditemui di Tokyo, Jepang.

"Itu step by step. Tapi konsumen Indonesia maunya apa itu harus dilihat. Kalau dari hybrid lompat langsung ke elektrik bisa saja. Kembali lagi customer maunya seperti apa. Infrastruktur gimana, baterai gimana, operation cost seperti apa. itu kan yang jadi pertanyaan customer," ujar Warih. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed