Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, mengatakan setidaknya ada empat pilar yang harus siap sebelum memasuki era mobil listrik dan hybrid. Pilar pertama adalah keinginan pasar.
Baca: https://oto.detik.com/event/d-3705569/soal-mobil-ramah-lingkungan-ini-teknologi-yang-disiapkan-toyota?_ga=2.117067718.1981510311.1509410534-832764529.1495769398
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu cara agar bisa membuat konsumen mengerti akan manfaat ramah lingkungan adalah membuat community development. Di Jepang, kata Warih, ada suatu wilayah yang mengedukasi masyarakat tentang kendaraan listrik.
"Di sana semua pertanyaan tentang mobil listrik langsung dirasakan dengan praktiknya. Ngecasnya bagaimana, berapa lama itu terjawab dengan praktik. Community development itu bisa saja dilakukan di Indonesia. Misalnya bandara Soekarno-Hatta yang boleh adalah hybrid sama elektrik. Nanti orang-orang Indonesia yang datang ke bandara akan merasakan keunggulan kendaraan itu, bahwa hybrid dan elektrik itu menarik, senyap, sehingga mereka suka," kata Warih.
Baca: https://oto.detik.com/mobil/d-3705365/bisakah-teknologi-semi-otonom-lexus-dibawa-ke-indonesia?_ga=2.117067718.1981510311.1509410534-832764529.1495769398
Pilar kedua untuk membantu agar konsumen senang dengan teknologi kendaraan ramah lingkungan adalah dengan regulasi pemerintah yang mendukung. Misalnya dengan menerbitkan insentif untuk kendaraan ramah lingkungan.
"Yang ketiga, kesiapan industrinya sendiri seperti apa, supply chain-nya," tambah Warih.
Pilar keempat adalah jaringan diler atau distributor yang menjamin bahwa nantinya kendaraan itu tidak ada masalah. Distributor juga perlu melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat terkait keuntungan kendaraan ramah lingkungan.
"Empat pilar ini harus ada buat Indonesia jadi negara yang paling penting untuk hybrid dan electric vehicle. Empat pilar ini harus bareng-bareng disiapkan," kata Warih. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta