Selasa, 31 Okt 2017 14:55 WIB

Laporan dari Jepang

Daihatsu Upayakan Mobil yang Aman dengan Harga Terjangkau

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: Rengga Sancaya
Shiga - Keiritan bahan bakar sebuah mobil adalah salah satu faktor yang dicari masyarakat. Faktor lain yang perlu adalah fitur keamanan. Untuk itu Daihatsu coba memberikan teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.

"Konsumen di Jepang kini lebih mengutamakan teknologi keamanan. Untuk itu misi Daihatsu yaitu mempersiapkan teknologi keamanan dengan harga terjangkau," ujar Brand GM Daihatsu Motor Company (DMC) Ichiro Otaki saat dikunjungi wartawan Indonesia termasuk reporter detikOto M Luthfi Andika di pabrik Daihatsu, Shiga, Jepang pekan lalu.

"Oleh sebab itu kami memperkenalkan teknologi Smart Assist. Teknologi Smart Assist sudah kami kenalkan sejak 2012 yaitu Smart Assist dengan teknologi infra merah. Smart Assist generasi kedua kami perkenalkan pada 2015 dengan menggunakan Infra merah bersama penambahan kamera. Sedangkan generasi ketiga Smart Assist, kami perkenalkan pada 2016 dengan penggunaan inframerah bersama dua kamera," tambahnya.

Ichiro menambahkan, Smart Assist memiliki berbagai kelebihan yang bisa membantu pengendara terhindar dari kecelakaan.

"Smart Assist, memiliki beberapa fungsi, diantaranya bisa menghentikan laju kendaraan secara mendadak saat kendaraan ingin menabrak kendaraan lain, dan ini bisa terwujud saat mobil berada di kecepatan 80 km/jam. Selain itu bisa membantu pengereman saat panik, serta memiliki sensor parkir dan untuk sensor belakang diperlengkap dengan sonar," katanya.

"Smart Assist juga bisa membantu pengendara memberikan peringatan saat kendaraan masuk jalur pindah jalur, bisa memberi peringatan saat jarak mobil terlalu dekat, dan bisa mengatur pencahayaan lampu utama mobil secara otomatis sehingga tidak bisa merugikan orang lain," tambahnya.

Ichiro pun menjelaskan mengapa Smart Assist begitu penting bagi pecinta Daihatsu dan masyarakat Jepang.

"Karena hingga 2015 masih banyak kecelakaan yang terjadi di Jepang, mencapai 1,471 juta kasus kecelakaan yang semuanya disebabkan kelalaian manusia (pengendara-Red). Seperti tabrakan dari belakang dengan kecepatan 30 km/jam," tambah Ichiro. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com