Rabu, 25 Okt 2017 08:10 WIB

Singapura Setop Pertumbuhan Populasi Mobil

Dina Rayanti - detikOto
Foto: Fitraya Ramadhanny/detikTravel Foto: Fitraya Ramadhanny/detikTravel
Singapura - Negara tetangga Singapura berencana untuk menyetop populasi mobil mulai Februari 2018. Alasannya pemerintah Negeri Singa itu ingin berinvestasi besar-besaran dalam bidang transportasi umum demi mengurangi macet.

Diberitakan Reuters, Rabu (25/10/2017), otoritas transportasi setempat (LTA) memangkas tingkat pertumbuhan kendaraan yang diizinkan dari sebelumnya 0,25 persen menjadi 0 persen per tahun bagi sepeda motor dan mobil.

Singapura termasuk ketat dalam mengontrol populasi kendaraan dengan mengatur berapa angka pertumbuhan setiap tahunnya dan juga melalui sistem lelang untuk hak milik kendaraan dalam waktu tertentu. Tak hanya itu, seperti diketahui biaya kepemilikan kendaraan di Singapura menjadi yang termahal di dunia. Namun sistem transportasi di sana termasuk sudah lengkap. Saat ini 12 persen total lahan di Singapura sudah dibangun jalan.

"Mengingat keterbatasan lahan sehingga untuk pembangunan jalan juga sangat terbatas," ungkap LTA.

Di Singapura yang populasinya naik hampir 40 persen sejak tahun 2000 menjadi 5,6 juta orang itu terhitung ada 600 ribu mobil pribadi dan rental beredar di jalan tahun lalu. Angka tersebut termasuk transportasi online seperti Grab dan Uber yang semakin hari semakin populer.

Mobil berukuran sedang di Singapura harganya bisa empat kali lipat lebih mahal daripada di Amerika Serikat untuk model yang sama.

Pemerintah Singapura berencana untuk terus membangun infrastruktur kereta dan memperbaiki jaringan yang sudah ada.

Sementara dikutip dari AFP, aturan penghentian pertumbuhan kendaraan ini akan dikaji kembali di 2020 nanti. Kontrol kepemilikan kendaraan di Singapura dilakukan dengan mewajibkan pembeli mobil membeli sertifikat untuk 10 tahun. Aturan ini membuat harga rata-rata mobil sedan di Singapura adalah SGD 110.000 (US$ 80.000), atau empat kali lebih mahal dari harga di Amerika Serikat (AS). (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com