Di Indonesia sendiri, mobil tersebut telah diperkenalkan oleh PT Nissan Motor Indonesia (NMI) selaku Agen Pemegang Merk (APM) Nissan beberapa waktu lewat ajang GIIAS 2017. Bahkan, pasalnya Note e-Power akan diluncurkan ke Indonesia pada beberapa tahun kedepan setelah pemerintah sudah memberikan lampu hijau terkait aturan mobil ramah lingkungan.
"Tahun kemarin kita launching Note e-Power di Jepang dan sekarang penjualannya sangat baik. Oleh karena itu, kini beberapa negara banyak yang meminta kita untuk mengirimkan mobil tersebut. Sehingga kita putuskan untuk memperluas model ini ke seluruh negara, tak hanya Jepang," ujar Masayuki Ohsugi selaku General Manager Research & Development Nissan Motor Indonesia ketika berbincang dengan detikOto di Karawang, Jawa Barat, Senin (23/10/2017).
"Sekarang di Indonesia, hal ini sedang dibicarakan dan belum ditemukan titik pastinya. Kita sedang studi terkait market dan strateginya. Salah satunya ialah terkait regulasi pemerintah disini," tambahnya.
Meskipun masih enggan untuk mengungkapkan kapan waktu pasti untuk membawa Note e-Power ke Indonesia, Ohsugi menyampaikan akan secepatnya merilis mobil ini karena tidak memerlukan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).
"Yah untuk tahun pastinya tak bisa saya katakan ya entah itu di 2018 atau 2019. Tapi yang dapat saya katakan bahwa secepatnya. Karena Note e-Power tak butuh infastruktur tambahan seperti mobil listrik," ujar Ohsugi.
Mobil yang dapat merilis tenaga hingga 109 dk dan torsi maksimum hingga 245 Nm ini dinilai sangat cocok untuk Indonesia karena selain teknologinya mendukung, Note e-Power mengklaim bahwa 1 liter bensin (bahan bakar) mampu melaju hingga 35 km. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas