M Agus Setiawan selaku Corporate Secretary PT Jasa Marga mengungkapkan bahwa penyediaan top-up atau isi ulang masih terbatas.
"Kami bekerja sama dengan perbankan. Jadi penyediaan kartu dan fasilitas top-up kebijakannya di bank. Namun kita sudah berupaya untuk menaruh fasilitas untuk top-up di beberapa gerbang tol khusus milik Jasa Marga dan terus kita tambah," ujar Agus di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Hal itu juga dirasakan oleh salah satu pengguna layanan tersebut, Bagus Rahmat Jamika yang juga sekaligus menjadi Ketua Umum Jakarta All Car Communities (JACC). Menurutnya, sering kali para pengguna kekurangan saldo saat melakukan tap-in di gerbang tol sehingga menyebabkan kemacetan.
"Iya saya rasa penerapan e-Toll sudah bagus ya hanya saja masih ada yang kurang yakni tempat pengisian ulangnya (top-up). Karena kalau kurang Rp 1.000 saja, nggak bisa bayar tol kan? Sedangkan itu sudah di gerbang tol nya. Nah inilah yang dirasa oleh teman-teman," ujar Bagus.
"Tadi sudah diucapkan juga ya kalau nanti untuk gardu top-up nya ditambah. Semoga saja cepat dilaksanakan sehingga pada akhir bulan nanti pas sudah 100% pakai E-Money, jalanan di tol tidak ada pristiwa seperti itu. Jadi lebih lancar," tutupnya. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS