Diberitakan The Japan News, Nissan Motor Co mengakui bahwa inspeksi akhir kendaraan baru tidak dilakukan oleh teknisi bersertifikat. Karena kemungkinan cacat produksi, pemerintah Jepang meminta Nissan untuk memeriksa kembali semua kendaraan yang terkena dampak ini.
Menurut Nissan dan pemerintah Jepang, teknisi yang tidak berwenang terlibat dalam inspeksi akhir di enam pabrik perakitan mobil di Jepang. Sebanyak 21 model yang dibuat di enam pabrik itu terlibat, termasuk mobil listrik Leaf baru, Nissan Serena dan Nissan Note.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nissan merupakan perusahaan kedua yang terkena dampak kesalahan besar di Jepang. Sebelumnya pada 2016 lalu, Mitsubishi Motors mengakui telah memalsukan uji efisiensi bahan bakar pada beberapa model. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?