Hal ini mengemuka setelah pemerintah Jepang lewat Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi menemukan karyawan yang tidak memiliki kualifikasi melakukan pengecekan akhir mobil di 6 pabrik Nissan di Jepang. Proses penarikan mobil pun kemungkinan bakal terjadi, karena mobil bisa saja tidak memiliki kualitas yang bagus.
Nissan pun melakukan antisipasi dengan menunda pendaftaran 60.000 mobil itu. Dalam jumpa pers yang diadakan Jumat lalu, seperti dikutip Reuters, Senin (2/10/2017), Nissan tidak menyebutkan mulai kapan pengecekan yang kurang sempurna itu terjadi atau jumlah mobil yang bakal terkena. Namun mereka bakal menyelidiki juga pihak ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ddn/ddn)













































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua