Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 31 Agustus 2017, 13:42 WIB

Nissan: Pakai Mobil Listrik Konsumen Sebaiknya Diberi Insentif Juga

M Luthfi Andika - detikOto
Nissan: Pakai Mobil Listrik Konsumen Sebaiknya Diberi Insentif Juga Mobil listrik Nissan LEAF (Foto: REUTERS/Mark Blinch)
Jakarta - Saat ini pabrikan otomotif menunggu langkah cerdas pemerintah saat menetapkan aturan kendaraan ramah lingkungan. Salah satunya ya insentif.

Pemerintah diminta tidak hanya memberikan insentif kepada pabrikan atau pada produk mobil ramah lingkungannya. Namun juga pada para pemilik kendaraan.

"Insentif apa yang paling kami harapkan? Teman-teman sudah tahu lah. Kami harapkan insentif pajak barang mewah, bahkan kemarin Nissan berpikir kalau orang mau pakai mobil ramah lingkungan juga bisa mendapatkan insentif," kata Vice President Marketing and Sales PT Nissan Motor Indonesia Davy J Tuilan.

"Karena artinya dia peduli terhadap lingkungan, jadi dia juga mendapatkan subsidi, jangan subsidi hanya di mobilnya saja. Misalnya konsumen mendapatkan bea balik namanya bisa 50 persen. Sehingga konsumen akan semangat, seperti di China sebenarnya mobil listrik mahal, tapi mendapat subsidi mereka dapet insentif jadi murah," tambahnya.

Davy mengatakan, harusnya Indonesia bisa lebih hebat dibandingkan dengan Thailand.

"Seperti Thailand dengan program ecocar-nya, tapi kita harusnya jangan meniru Thailand. Kita harus lebih hebat. Saya yakin Pak Jokowi hebat mengenai mobil listrik. Apalagi jika konsumen sudah mencobanya, saya yakin konsumen Indonesia suka dengan mobil listrik, soalnya saya sudah test drive. Tarikannya kontan dan tidak ada leg-nya (tersendat) sama sekali," katanya.

Nissan sendiri menurut Davy tidak terlalu buru-buru merilis mobil listrik, meski Nissan saatnya tercatat sebagai produsen mobil listrik paling laku di dunia. Nissan pun memiliki jembatan antara mesin bensin dan mobil listrik lewat e-Power.



"Ada beberapa teman-teman yang terburu-buru memasukan mobil, terus tiba-tiba aturannya berubah, speknya berubah, jadi harga OTR-nya berubah. Diluncurkan CBU lalu di CKD, begitu harganya turun malah nggak laku," kata Davy.

"Jadi yang ingin kita hindarai adalah kondisi dimana kita masukin e-Power, terus tiba-tiba aturan LCEV keluar. Jadi lebih baik kita tunggu," tambah Davy.



Davy menyakini, konsumen Indonesia tidak perlu khawatir untuk tidak menikmati mobil e-power.

"Kami yakin mobil ini akan masuk dalam kategori itu, itu juga kan akan didukung dengan berbagai insentif. Baru kita mantap meluncurkan mobil-mobil e-power, bukan hanya Note, tapi kita juga ada Serena e-power, X-Trail e power juga ada," katanya.

Lalu jika memang e-power diperkenalkan di Indonesia, apakah spesifikasi yang akan diberikan berbeda dengan yang ada di luar negeri.



"Ya artinya begini, LCEV ini merujuk aturan Presiden melalui Kementerian Perindustrian akan mengeluarkan teknisnya. Ini akan kita pelajari dan akan kita ikuti, dan akan memperkenalkan produk cocok," tambahnya.

(lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +