Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Senin 28 Agustus 2017, 16:04 WIB

'Ngecas Mobil Listrik Sambil Ngopi'

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Ngecas Mobil Listrik Sambil Ngopi Mobil sport hybrid BMW i8 (Foto: Hasan Al Habshy)
Jakarta - Cara orang berkendara di masa depan akan berubah. Di masa depan, seiring makin banyaknya mobil listrik, orang akan memanfaatkan SPBU untuk ngecas mobil listrik sekaligus ngopi.

Ahli mesin dari ITB Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan mobil listrik membutuhkan kesiapan infrastruktur pengisian baterai.

"Mobil listrik kan butuh ngecas, kalau buru-buru bisa menggunakan model replace battery. Bisnisnya akan masuk ke situ juga. Cuma kalau mau modal replace harus kerja sama dengan pembuatannya. Contoh misalnya sekarang Gesits kerja sama dengan Wika untuk perakitan, nah itu sebenarnya opportunity buat Pertamina untuk masuk lalu memproduksi baterai dengan geometri tertentu dan ukuran tertentu dan itu nanti disediakan di SPBU yang sudah terisi orang tinggal datang ke situ, kalau baterai kita lowbat, tinggal cabut dan pasang," ujarnya.



Menurut dia dari sisi kesiapan, sebenarnya Pertamina dengan jaringan SPBU-nya yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan pihak yang paling siap dalam pengembangan mobil listrik.

"Pertamina punya keunggulan yaitu dia punya jalur distribusi yang sudah mapan, jadi hampir semua SPBU-nya bisa dipakai. Atau kalau orang gak mau replace batterai tapi mau ngecas, sediakan stasiunnya tapi sediakan juga Bright-nya (minimarket), supaya sekalian ngecas minum kopi," ujar Yus.

Penggantian baterai listrik ini mirip skema penjualan tabung LPG. "Konsumen tinggal bayar. Yang didapat konsumen, baterai dengan durasi pakai yang sesuai speknya, kalau dalam kondisi penuh bisa untuk 80 km ya harus sesuai itu. Ada pemeriksaaan rutin bahwa ini sesuai kapasitasnya, persis seperti LPG, isinya harus 3 kilo kah, 12 kg," ujarnya.

Dia pun menyarankan Pertamina untuk bisa memproduksi baterai mobil listrik, apalagi jika sudah masuk era mobil listrik, mobil bermesin pembakaran otomatis akan ditinggalkan.

"Di salah satu kilangnya, Pertamina kan punya side product, yang bisa dijadikan bahan baku baterai kelas satu. Jadi sayang kalau cuma dijual sebagai bahan baku saja, kan Pertamina bisa bertransformasi dari perusahaan energi, nah energi itu kan macam-macam," ujarnya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan pernah mengatakan untuk jaringan distribusi baterai mobil listrik, SPBU Pertamina di seluruh Indonesia bisa dimanfaatkan. Nantinya SPBU tidak hanya menjual bensin dan bahan bakar gas (BBG) saja, tapi juga baterai mobil listrik.


"6.000 SPBU Pertamina kerja sama saja dengan PLN, kan sudah selesai. Mobil listrik bisa ke SPBU untuk tukar baterai yang kosong dengan yang isi. Mereka harus bayar. Kalau itu terjadi, maka ini (pengembangan mobil listrik) bisa fly," tutur Jonan.

Jonan menambahkan, penggunaan mobil listrik akan menurunkan impor BBM. Dampaknya sangat positif, ketahanan energi Indonesia jadi lebih kuat. "Impor BBM pasti akan turun, itu yang penting," tutup Jonan. (ddn/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed