Pemerintah Uji 10 Prototipe Mobil Listrik

Pemerintah Uji 10 Prototipe Mobil Listrik

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 28 Agu 2017 14:56 WIB
Pemerintah Uji 10 Prototipe Mobil Listrik
Foto: Rangga Rahardiansyah
Jakarta - Pemerintah fokus mengembangkan mobil ramah lingkungan yang menghasilkan emisi rendah berupa mobil hybrid dan mobil listrik.

Bahkan di tahun 2025 produksi mobil listrik diharapkan sudah mencapai 20 persen dari total kendaraan bermotor yang dijual di Tanah Air. Mendukung hal tersebut, pemerintah akan menguji 10 prototipe mobil listrik yang sudah laik jalan.

"Prototipe tersebut akan dibagikan, antara lain ke Kementerian Perhubungan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar bisa dites sambil regulasinya kami siapkan," ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto seperti detikOto kutip dari laman resmi Kemenperin, Senin (28/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, butuh persiapan-persiapan yang matang, seperti teknologi baterai dan tempat pengisiannya. Kalau perlu bisa sampai tahan 200-300 kilometer," tambah Airlangga.

Bukan hanya menguji saja, namun juga pemberian insentif terhadap produsen yang memproduksi kendaraan-kendaraan tersebut juga dinilai penting.

"Mereka yang bisa memproduksi mobil hybrid atau listrik di Indonesia dalam waktu tertentu akan diberikan bea masuk yang rendah. Untuk harga, tergantung dengan tipe dan tipe berdasarkan kilowatt," jelas Airlangga.

Kemenperin pun terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan serta kementerian dan lembaga terkait dalam melakukan pembahasan fasilitas insentif tersebut. Insentif ini dapat diberikan secara bertahap disesuaikan dengan komitmen pendalaman manufaktur yang telah diterapkan di beberapa sektor industri.

"Misalnya, insentif diberikan karena membangun pusat penelitian dan pengembangan untuk komponen motor listrik, baterai, dan power control unit, serta peningkatan penggunaan komponen lokal," sebut Airlangga.

Airlangga menambahkan pemerintah sudah memberikan acuan untuk sebuah kendaraan yang dinilai hemat bahan bakar. "Seperti kendaraan dengan teknologi hybrid yang konsumsi bahan bakarnya sekitar 20-28 kilometer per liter dan di atas 28 kilometer per liter," kata Airlangga.

"Bahkan, pada pameran otomotif beberapa waktu lalu, sudah ada yang menampilkan mobil hybrid dengan konsumsi bahan bakar 2,5 liter untuk 100 kilometer. Jadi, hampir 40 kilometer per liter,"tuturnya.

Menurut Airlangga, pengembangan mobil listrik telah tercakup dalam roadmap yang sedang digodok oleh Kemenperin. "Kami berharap, pada tahun 2025, produksi mobil listrik sudah mencapai 20 persen dari total produksi kendaraan bermotor nasional," imbuhnya.

(dry/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads