Selama dipamerkan di GIIAS 2017 saja, 5.281 unit Mitsubishi Xpander terpesan, padahal proses produksinya baru dimulai September mendatang. Soal boomingnya pemesanan usai diluncurkan rupanya juga dialami oleh MPV sejuta umat Toyota Avanza pada 2003 silam.
Saat itu pasar mobil Low MPV hanya sekitar 5.000 unit saja, namun SPK Avanza kala itu sudah mencapai 14.856 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya belum ada kesesuaian antara permintaan dan supply terlebih permintaan terhadap Avanza di 2003 dan 2004 yang totalnya mendekati angka 70 ribu," lanjut Soerjo.
Tak berhenti sampai disitu, Soerjo mengatakan permintaan akan Avanza terus melonjak di tahun keduanya. Bahkan berkat kehadiran Avanza, pasar Low MPV menyentuh angka 100 ribu unit untuk pertama kalinya.
Kehadiran Mitsubishi Xpander sebagai pemain baru di Low MPV pun sebenarnya disambut baik karena bisa menumbuhkan pasar mobil di Low MPV.
"Kontribusi Mitsubishi Xpander terhadap pasar harus di lihat dari pertumbuhan angka total penjualan LMPV. Kalau pasar tidak naik, Xpander hanya makan pasar brand lain, tidak ada nilai tambah pada industri otomotif Indonesia," tutup Soerjo. (dry/lth)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif