Apalagi untuk jalanan seperti di ibukota Jakarta yang macet. Jika tak memiliki stasiun pengecasan baterai bisa jadi mobil-mobil listrik banyak yang mogok di jalan karena kehabisan baterai. Untuk di Indonesia, mobil ramah lingkungan jenis plug-in hybrid diprediksi yang paling cocok. Jika kehabisan baterai, maka mobil bisa tetap berjalan dengan menggunakan mesin konvensional.
"Gini lho, hybrid itu kan listrik tapi listriknya didapat dari mesin yang dia gendong, kalau mobil listrik dapatnya dari colokan rumah plug-in jadi yang disampaikan Pak Menteri itu mobil listrik cuma yang menggendong mesin baterainya. Kalau full electric dia tidak menggendong mesin jadi listriknya mesti dicariin sumber untuk ngecas, kan nggak bisa memang ditiup ngisi," pungkas Dirjen ILMATE (Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan di kantornya, Jakarta, Kamis (9/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memangnya sudah ada? Nggak tau saya malah belum dapat info mungkin di beberapa lokasi tertutup seperti di lokasi wisata atau di komplek mereka siapkan itu. Tapi yang terbuka seperti SPBU saya rasa belum ada tapi yang stasiun pengisian listrik itu dikembangkan dulu, supaya ada standarnya sehingga nanti kendaraan listrik yang mau diedarkan itu bisa menyesuaikan standar," tutur Putu. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan