Jumat, 21 Jul 2017 21:46 WIB

Pemerintah Prioritas Kembangkan Mobil Hybrid Daripada Mobil Listrik

Muhammad Taufiqqurahman - detikOto
Foto: Dok. Suzuki
Jakarta - Seminggu terakhir ini persoalan mobil listrik kembali menggaung. Hal tersebut bermula dari instruksi tertulis dari Presiden Joko Widodo yang berisi memerintahkan semua kementerian dan lembaga negara untuk mendukung pengembangan mobil listrik.

Saat ini pemerintah sedang menyiapkan aturan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) untuk mendorong pengembangan mobil listrik. Sebelum mobil listrik, ada mobil ramah lingkungan lain yang juga butuh dukungan dari berbagai pihak yakni mobil hybrid.

Mobil hybrid baik untuk lingkungan namun masih dijual dengan harga yang tinggi karena memiliki dua mesin yaitu mesin konvensional dan listrik sehingga pajak yang dikenakan juga dua. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menyampaikan, pihaknya saat ini memprioritaskan untuk menyusun aturan pajak hybrid terlebih dahulu sebelum nanti akhirnya masuk ke mobil listrik.

"Kalau kita lihat yg namanya hybrid akan lebih mahal karena memang mesinnya dua, ada mesin konvensional, ada mesin listriknya. Nah kalo kita murni listrik infrastruktur listriknya juga harus kita dorong, dan sekarang kendaraan yang murni listrik itu juga masih dalam pengembangan. Oleh karena itu, tahapan-tahapannya sedang dibuat dan orientasi Kemeperin prioritas pertamanya hybrid," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto setelah bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla, Jumat (21/7/2017).

Menurut Airlangga mobil hybrid lebih sederhana untuk dikembangkan jika dibandingkan dengan mobil listrik. "Hybrid itu lebih sederhana karena dia internal charging sehingga tidak membutuhkan infrastruktur tambahan listrik," lanjut Airlangga.

Soal mobil listrik Kemenperin justru sedang memikirkan soal teknologi baterai sebelum mengembangkan mobil listrik itu sendiri.

"Untuk pengembangan electric vehicle Kemenperin mendorong untuk pengembangan teknologi baterainya dulu, karena teknologi baterai selain bisa dipakai di otomotif bisa juga dipakai di panel surya, jadi banyak sekali pemanfaatan dari teknologi baterai," jelas Airlangga.

"Kemudian tentu pengembangan kesiapan dari teknologi motornya itu sendiri, sehingga nanti kalau ini berkembang maka itu bisa masuk kepada pengembangan electric vehicle," tutupnya. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com