Memanfaatkan perkembangan pesat teknologi yang terjadi dewasa ini, Auto2000 terus memperbaharui pelayanannya berbasis digital. Namun pada perkembangannya masih belum banyak para pelanggan setia Auto2000 menggunakan layanan ini.
"Meskipun sudah dirilis dari september 2016 kemarin, pelanggan setia Auto2000 yang sudah memanfaatkan aplikasi online baru sekitar 30 persen," ujar Martogi Siahaan selaku Chief Marketing Auto2000.
"Selama ini customer kita sangat senang datang ke showroom. Ada beberapa customer yang datang ke showroom rame-rame dengan anak dan istrinya, seperti berlibur aja," ujar Martogi.
Meskipun keinginan konsumen masih besar untuk memanfaatkan layanan offlinenya, Martogi yakin bahwa lambat laun para pelanggannya akan lebih mengandalkan layanan berbasis online ini.
"Kalau kita lihat tren nya, customer sekarang semakin aware dengan technology. Makanan aja sekarang udah pesan lewat online. Maka dari itu kita sediakan aplikasi. Ketika nanti marketnya sudah siap, aplikasi kita sudah leading dan stabil," tambahnya.
(lth/ddn)
"Meskipun sudah dirilis dari september 2016 kemarin, pelanggan setia Auto2000 yang sudah memanfaatkan aplikasi online baru sekitar 30 persen," ujar Martogi Siahaan selaku Chief Marketing Auto2000.
"Selama ini customer kita sangat senang datang ke showroom. Ada beberapa customer yang datang ke showroom rame-rame dengan anak dan istrinya, seperti berlibur aja," ujar Martogi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lihat tren nya, customer sekarang semakin aware dengan technology. Makanan aja sekarang udah pesan lewat online. Maka dari itu kita sediakan aplikasi. Ketika nanti marketnya sudah siap, aplikasi kita sudah leading dan stabil," tambahnya.












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Akhir Cerita Patwal Senggol Mobil Warga saat Lagi Ngawal Range Rover Pelat Dinas