Oleh karena itu EMI menyiapkan amunisi baru di SUV kelas berat CX-9. Seperti yang diakui Presiden Direktur EMI, Roy Arman Arfandy. Roy mengatakan siap memboyong SUV bermesin besar versi terbaru tersebut ke pasar Indonesia.
"Kemungkinan awal tahun depan. Lebih banyak penyesuaian dengan kondisi market Indonesia, karena terus terang CX-9 itu belum tentu sama dengan spek di Singapura atau di Brunei," kata Roy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin dari kapasitas mesinnya terlalu gede atau gimana kan kita lagi lihat, kita akan finalisasi juga CX-9 dengan pihak Mazda Jepang, karena marketnya sudah berbeda sekarang," aku Roy.
Produksi CX-9 di pabrik Mazda Hiroshima Foto: Mazda |
"Kemudian yang 3.000cc ke atas itu kan pajaknya sudah mahal ya, ini juga lihat apakah kondisi sekarang, harga nggak boleh terlalu tinggi. Kita lagi lihat ulang speknya," lanjut Roy.
Mobil SUV CX-9 ini diketahui memiliki mesin 3.726 cc. Jika tetap mempertahankan spek dengan mesin berkapasitas tersebut jelas harganya bakalan sangat tinggi. (dry/ddn)












































Produksi CX-9 di pabrik Mazda Hiroshima Foto: Mazda
Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?