Tak kalah dengan Malaysia, jalan tol di Indonesia pun juga telah mengikuti standar dunia yang ditetapkan. Mulai dari kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, dan beberapa faktor lain termasuk keselamatan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
"Kalau dibilang stuktur kita sudah mengikuti standar dunia. Dulu Malaysia belajar sama kita bangun tol yang baru ini mengambil contoh dari elevated Cawang-Tanjung Priok itu pakai teknologi dari Indonesia," ujar Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukur saat dihubungi detikOto, Senin (3/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awal kita bikin jalan tol itu standarnya diperhatikan untuk orang berdisiplin. Walaupun sudah berstandar dunia tapi masyarakatnya masih nggak teratur," sambung dia.
"Mungkin maksudnya Malaysia bukan berstandar dunia, tapi lebih canggih karena masyarakatnya yang teratur," tutur Subakti.
Soal fasilitas di jalan tol, ia pun menambahkan sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna jalan. Misalnya saja di Malaysia setiap 2 km jalan terdapat telepon darurat di pinggir jalan. Namun hal itu tidak perlu diterapkan di Indonesia karena tak dibutuhkan pengguna jalan tol.
"Dulu kita pernah pasang di Cikampek dan Jagorawi. Tapi pengguna nggak butuh jadi kita copot. Sekarang kan ada aplikasi juga dan nomor telepon darurat ke 14080," tambahnya.
"Kalau handphonenya mati pun nggak masalah kan kita ada CCTV, nanti kelihatan sama monitor petugas kita, disamperin dan dibantu," tutupnya. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk