Tak Kalah dengan Malaysia, Jalan Tol Indonesia Ikuti Standar Dunia

Tak Kalah dengan Malaysia, Jalan Tol Indonesia Ikuti Standar Dunia

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 03 Jul 2017 18:24 WIB
Tak Kalah dengan Malaysia, Jalan Tol Indonesia Ikuti Standar Dunia
Jalur Alternatif Tol Solo-Ngawi (Foto: Dok, Kementerian PUPR)
Jakarta - Negara tetangga, Malaysia baru saja mengklaim jalan tolnya sudah berstandar dunia tak kalah dengan negara-negara Eropa bahkan Amerika Serikat. Sebelum menentukan struktur apa yang diterapkan, pemerintah negeri Jiran pun melakukan studi di Italia, Jerman, dan juga Amerika Serikat.

Tak kalah dengan Malaysia, jalan tol di Indonesia pun juga telah mengikuti standar dunia yang ditetapkan. Mulai dari kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, dan beberapa faktor lain termasuk keselamatan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Kalau dibilang stuktur kita sudah mengikuti standar dunia. Dulu Malaysia belajar sama kita bangun tol yang baru ini mengambil contoh dari elevated Cawang-Tanjung Priok itu pakai teknologi dari Indonesia," ujar Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukur saat dihubungi detikOto, Senin (3/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Subakti, yang berbeda adalah ketertiban masyarakatnya. Segala aturan jalan tol di Indonesia justru dilanggar oleh para penggunanya sendiri.

"Awal kita bikin jalan tol itu standarnya diperhatikan untuk orang berdisiplin. Walaupun sudah berstandar dunia tapi masyarakatnya masih nggak teratur," sambung dia.

"Mungkin maksudnya Malaysia bukan berstandar dunia, tapi lebih canggih karena masyarakatnya yang teratur," tutur Subakti.

Soal fasilitas di jalan tol, ia pun menambahkan sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna jalan. Misalnya saja di Malaysia setiap 2 km jalan terdapat telepon darurat di pinggir jalan. Namun hal itu tidak perlu diterapkan di Indonesia karena tak dibutuhkan pengguna jalan tol.

"Dulu kita pernah pasang di Cikampek dan Jagorawi. Tapi pengguna nggak butuh jadi kita copot. Sekarang kan ada aplikasi juga dan nomor telepon darurat ke 14080," tambahnya.

"Kalau handphonenya mati pun nggak masalah kan kita ada CCTV, nanti kelihatan sama monitor petugas kita, disamperin dan dibantu," tutupnya. (dry/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads