Untuk mengerjakannya, Toyota bekerja sama dengan Michigan Medicine dalam mengembangkan teknologi yang memungkinkan mobil secara akurat mengetahui bahwa si pengendara akan mengalami serangan jantung saat sedang berada di balik kemudi setir.
Dilansir Drivespark, Jumat (23/6/2017), fitur itu memungkinkan mobil untuk bisa berhenti dengan sendirinya secara aman. Saat ini teknologi itu masih terus dikembangkan dan Toyota berharap di 2020 sudah bisa disematkan di setiap mobilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi juga ditemukan, dalam kurun waktu 7 bulan, ditemukan beberapa tantangan namun sekaligus juga menjadi solusi untuk hal itu. Seperti misalnya perangkat untuk memonitor dengan kualitas teknologi tinggi dan juga yang bisa mendeteksi denyut jantung dengan akurat tanpa terganggu suara bising dari luar mobil.
Tim pengembangnya saat ini sedang mendesain sebuah sistem yang memungkinkan teknologi tersebut bisa masuk dalam mobil dan memantau kondisi jantung. Pada tahap ini mereka memasang sebuah teknologi untuk memonitor dan dimasukkan di dalam sabuk pengaman. (dry/ddn)










































