Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 13 Juni 2017, 17:30 WIB

Coaching Clinic Toyota Calya

Dokter yang Kepincut Toyota Calya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Dokter yang Kepincut Toyota Calya Wildan Saputra (Foto: Gilang Permana)
Jakarta - Model LCGC 7 penumpang Toyota Calya dan Daihatsu Sigra bertumbuh pesat. Kalangan penggunanya pun beragam, mulai dari ibu-ibu sampai bapak-bapak. Seperti dokter yang satu ini.

Dokter itu bernama Wildan Saputra. Wildan sendiri mengaku tertarik dengan Calya sejak diluncurkan pertama kali. Pria yang masih memiliki Avanza Veloz ini mengaku jatuh hati dengan Calya karena kabinnya yang memiliki cukup ruang.

Wildan (paling belakang) mengikuti games di coaching clinic Toyota Calya bersama peserta lainnyaWildan (paling belakang) mengikuti games di coaching clinic Toyota Calya bersama peserta lainnya Foto: Gilang Permana


"First impression-nya itu menakjubkan. Saya lihat bocoran foto-fotonya pas launching, keren. Begitu kita lihat langsung pas GIIAS, kita masuk ke dalam mobilnya, space-nya lega. Kita coba cek sama teman-teman, naikin masih oke, enggak mentok di kaki. Price-nya oke banget. Sesuai banget," katanya saat ditemui di coaching clinic Toyota Calya akhir pekan lalu.

"Calya ini suspensinya itu benar-benar soft, AC dingin, sound-nya itu enggak perlu ubah banyak, udah cukup banget untuk keluarga, untuk komunitas. Saya pakai harian juga. Kebetulan anak saya masih kecil, masih bayi, dan setiap naik Calya pasti tidur, saking nyamannya," akunya.

Wildan juga sudah tergabung dalam wadah untuk pecinta Toyota Calya dan Daihatsu Sigra melalui komunitas bernama Indonesia Calya Sigra Family (ICSF). Anggotanya sudah lebih dari 1.200 yang tersebar di Indonesia.

"Ini memang komunitas baru yang menjembatani antara pemilik Calya dan Sigra seluruh indnesia. Kita join di satu komunitas. Sudah lebih dari 1.200 anggota dari Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, sampai Papua pun ada," kata Wildan.

Sesuai namanya, komunitas ini mementingkan kekeluargaan. Bahkan, anak dan istri member ICSF pun sering ikut kopi darat.

"Memang kita lebih mengarah ke komunitas, family, kekeluargaan. Jadi untuk mencakup semuanya kita mendirikan komunitas baru. Suatu komunitas yang basic-nya itu kekeluargaan. Kalau kita kopdar banyak anak-anak main, ibu-ibu pada arisan rutin. Kalau bapak-bapaknya oprek mesin," katanya.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed