Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 13 Juni 2017, 15:35 WIB

Toyota Pertimbangkan Pasang Hybrid di Innova, Avanza

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Toyota Pertimbangkan Pasang Hybrid di Innova, Avanza Toyota Veloz (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Populasi mobil berteknologi hybrid, gabungan mesin pembakaran dan motor listrik kian bertambah di dunia. Toyota sendiri mencatat sejak dirilis tahun 1997 lalu, ada setidaknya 10 juta unit mobil hybrid di pasaran.

Toyota pun sudah mempertimbangkan untuk menggunakan hybrid lebih banyak lagi di line up mobilnya. Di Indonesia, mobil yang dipertimbangkan untuk menggunakan teknologi hybrid adalah mobil seperti Innova dan Avanza. Wah seru ya?

Seperti diketahui Toyota sudah memasarkan Prius dan Camry hybrid. Prius hanya dijual berdasarkan pesanan saja. Menurut Presdir PT Toyota-Astra Motor Yoshihiro Nakata, mobil hybrid harus dipertimbangkan di masa depan, termasuk juga Avanza dan Innova, apalagi popularitas mobil hybrid di dunia kian naik.

"Ada satu poin kunci, contohnya Kijang Innova, Avanza. Jadi kami harus mengembangkan khusus Innova, Avanza, seperti itu dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya.

Jadi apakah Toyota mau memproduksi Avanza hybrid? Tanya wartawan menegaskan.

"Tidak-tidak, saat ini belum ada ide yang konkret untuk Avanza hybrid, tapi kami harus mempertimbangkannya untuk menambah model hybrid yang diproduksi massal," ujarnya.

Namun dia menekankan banyak faktor agar mobil hybrid bisa sukses, salah satunya faktor bahan bakar di Indonesia yang masih Euro2. Mobil hybrid membutuhkan bahan bakar dengan standar emisi yang lebih bagus.

Belum juga bantuan pemerintah dalam memberikan subsidi ke mobil hybrid. Di Jepang dan beberapa negara lain, seperti Malaysia, sudah jamak hukumnya bagi pemerintah untuk memberi subsidi kepada mobil listrik dan hybrid karena mobil ini ramah lingkungan. "Jika ada kesempatan, kami ingin berbicara soal subsidi ini kepada pemerintah," ujar pria yang mengaku punya mobil hybrid Prius dan Lexus ini.

Dia mencontohkan di Jepang, berkat subsidi dari pemerintah harga akhir yang dibebankan ke konsumen menjadi tidak terlalu mahal. Mobil hybrid pun dari sisi perawatan tidak terlalu ribet, sama saja dengan mesin berbahan bakar konvensional.

Namun dia menekankan, meski tidak ada bantuan pemerintah, Toyota terus berupaya membuat harga yang kompetitif untuk pengguna mobil hybrid. "Saya tidak mau mengatakan sesuatu seperti 'tanpa bantuan pemerintah, mobil hybrid tidak akan sukses'. Meski tanpa bantuan pemerintah kami harus berusaha membuat harga kompetitif untuk konsumen. Meski harga menjadi lebih mahal, tapi kami yakin konsumen akan mendapatkan keuntungan dari mobil hybrid," ujarnya

Di Indonesia, mobil low MPV yang sudah mengusung teknologi hybrid adalah Ertiga. Namun teknologi hybrid di Ertiga ini masih tergolong mild hybrid. Suzuki New Ertiga Diesel Hybrid dilengkapi mesin diesel D13A dengan kapasitas mesin 1300cc DOHC. Tenaga yang dikeluarkan mesin bisa sampai 89 PS pada 4.000 rpm dan torsi 200 Nm pada 1.750 rpm. Sistem hybrid dihadirkan agar penggunaan bahan bakar efisien.

Ertiga HybridErtiga Hybrid Foto: Rangga Rahadiansyah


Jika Anda mengendarai Suzuki New Ertiga Diesel Hybrid secara normal, baterai akan terisi saat mesin bekerja. Ini dikarenakan ada teknologi Integrated Starter Generator (ISG) yang berfungsi sebagai generator untuk menangkap dan menyimpan energi ke baterai saat kendaraan dalam fase deselerasi (perlambatan). Teknologi ISG juga menjadi motor yang akan memberikan tambahan daya ke mesin saat akselerasi. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +