Banyak yang mengira bahwa kehadiran Calya sebagai LCGC 7 penumpang bakal menggeser kedigddayaan kakaknya, Avanza yang lebih mahal. Tapi, PR Manager Toyota Astra Motor (TAM), Rouli Sijabat menegaskan, kejayaan Toyota Avanza tak tergeser Astra Toyota Calya.
"Yang pasti, prinsip Toyota selalu melihat setiap ceruk itu pasti selalu ada kebutuhan. Makin lama kebutuhannya terfragmentasi. Adanya Calya ini karena survei kita menunjukkan di segmen Low MPV terfragmantasi lagi," kata Rouli di acara coaching clinic Wonderful Surprise, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi Calya ini bukan menggantikan Avanza. Karena survei kita antara Calya dan Avanza berbeda segmennya. Kalau Calya mungkin first jober, tapi sudah menikah dan punya anak satu. Kalau Avanza, segmen keluarga yang anggotanya sudah lebih banyak. Buktinya tidak terganti, dari data penjualan tahun lalu, kita tadinya memang mengmperkirakan kemunculan Calya membuat Avanza turun. Tapi enggak, adanya Calya tidak menggeser Avanzza. Jadi memang keduanya saling melengkapi kebutuhan pasar itu," ujar Rouli. (rgr/dry)













































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua
Cara Malaysia Kurangi Mobil Tua: Kasih 'Duit' buat Ganti Mobil Baru