PR Manager TAM, Rouli Sijabat mengatakan, Toyota selalu melakukan survei dalam mengembangkan mobilnya. Pabrikan ini menyerap feedback dari konsumen terhadap mobil-mobil baru.
"Tujuannya menyerap feedback terhadap mobil baru. Fitur-fitur apa yang kurang, fitur apa yang enggak diperlukan," kata Rouli di acara coaching clinic Wonderful Surprise, di Jakarta.
Rouli mencontohkan kakak Calya, yaitu Toyota Avanza. Semakin ke sini, fitur Avanza semakin lengkap mengikuti keinginan konsumen.
"Kita lakukan survei. Ternyata kebutuhan konsumen itu butuh mobil yang ground clelaran tinggi karena jalanan di Indonesia itu kurang bagus, dan butuh mobil dengan tenaga besar. Akhirnya dibikin Avanza, tapi handycap-nya harga mobil terjangkau. Tapi setiap tahun, kita survei konsumen mereka minta tambah ini, itu. Mau enggak mau nambah teknologi, nambah harga juga. Nah yang pasti untuk Calya ini kita akan selalu absorb kebutuhan konsumen," ujar Rouli. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas